THE GHOST CITY

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Pak Raden

Wacana Pemindahan Ibu Kota sepertinya sudah akan terealisiasi, maksud saya Deklarasi Pemindahan akan dilakukan Oleh Presiden Jokowi konon pada tanggal 19 Agustus 2019 mendatang. Sejak itu Milestone Mega Proyek sudah mulai berjalan.

Mulai dari Perencanaan Tata Kota, Tata Air, Tata Transportasi, Tata Agraria, dan Tata tata lainya, dan semua Pra rencana itu kira2 membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan mengeluarkan biaya yang juga tidak sedikit. Pemerintah sempat mengatakan nilai Pemindahan IbuKota mencapai 500 Triliyun .

Kajian2 di awal akan berlanjut pada Survey real lapangan yaitu Geologi, Geodesi, Geososiologi, dan Geo2 lainnya, Dampak Lingkungan pun menjadi syarat wajib dalam merencanakan Tata kota di IBUKOTA INDONESIA yang baru ini.

Sungguh Luar biasa kompleksitasnya. Pemerintah mengatakan Ibukota baru akan berhasil terbentuk secara keseluruhan pada 30thn mendatang ,ini artinya pada Tahun 2049 atau 2050 Ibukota Indonesia sudah Establish. Rencananya begitu.

Namun Rencana ini Banyak dikritik oleh Para pengamat2 dalam bidangnya masing2 seperti pengamat ekonomi, pengamat sosial , budaya, Tata kota, Lingkungan hidup dan lain2 sampai  Maha benar Netizen dengan segala komentarnya pun ikut mengkritisi. Bukan hanya karena para kritikus itu adalah Oposan Pemerintah namun juga karena Kebijakan ini dinilai tidak tepat untuk mulai dilaksanakan ketika kondisi dimana segala parameter ekonomi, dan sosial Indonesia masih belum memenuhi kriteria Ideal.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai rencana Pemerintah memindahkan ibu kota sebagai keputusan yang kontra-produktif jika tidak didahului dengan kajian menyeluruh. “Perencanaan itu kan harus dimulai dengan kajian terlebih dahulu. Nah kajian itu tidak hanya dalam satu aspek, misalnya aspek ekonomi saja. Jadi aspek ekonomi, sosial, politik, dan budaya (ekosospolbud) sampai pertahanan dan keamanan (hankam) itu harus ada semua, komprehensif. Yang terjadi saat ini hanyalah kajian kajian partial saja.

Baca Juga:   Fitnah Itu Hantu Politik

Malaysia saja memindahkan Ibukota Kuala Lumpur Ke PutraJaya membutuhkan waktu 30 tahun untuk perencanaannya saja. India pun sama. Jadi Jika Jokowi ingin memindahkan Ibukota dengan Gegabah maka Amat sangat beresiko bagi Kehidupan Sosial politik dan ekonomi, dan ini akan berdampak sistemik bagi APBN kedepan. Hutang dan Defisit itu akan menghiasi Rapat2 Dewan dan Pidato kenegaraan Siapapun Presidennya. Ini namanya Dia yang berbuat ,Orang lain yang tanggung akibatnya.

Keberhasilan Proses Pemindahan Ibukota harus di iringi dengan Keikhlasan pula Sumberdaya manusia yang juga akan ikut dipindahkan.Butuh persiapan mental yang cukup dalam untuk melepas kehidupan ditempat sebelumnya ke lokasi baru yang berbeda geografisnya serta sosial budayanya. Dipaksa Rela meninggalkan orang tua dan keluarga serta saudara2 yang di cintainya, teman2 nya, bahkan terpaksa rela untuk meninggalkan anaknya yang masing  tanggung waktu dalam sekolah atau di pesantrennya.

Apakah sudah dipikirkan bagaimana dalam prosesnya terjadi penolakan oleh Masyarakat asli sekitar ( Kalimantan ) yang mereka berpandangan takut akan kalah bersaing dengan masyarakat jawa yang di hijrahkan ?

Apakah sudah dipikirkan bagaimana jika pemindahan Ibukota ini tidak sukses diiringi pemindahan sumberdaya manusianya ?

Apakah sudah dipikirkan jika pemindahan ibukota ini tidak sukses dalam proses pembangunan infrastrukturnya sehingga orang2 yang sudah terlanjur pindah akan kesulitan mendapatkan akses untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari2 ?

Apakah sudah dipikirkan jika pemindahan Ibukota ini tidak suskes ketika jika dalam kebutuhan hidup sehari2nya tidak selalu terpenuhi dan terjadi migrasi masal keluar dari Ibukota ?

Apakah sudah dipikirkan jika dalam masa pembangunan yang belum selesai pun, kota itu sudah di tinggalkan masyarakatnya ?

Gambar Ilustrasi

Dunia ini pernah mencatat sejarah , dimana pernah terjadi dan mungkin bisa saja terjadi lagi dimana Kota Baru yang rencana dibentuk Indah , Nyaman dan Asri namun berkahir menjadi Kota Hantu.

Baca Juga:   Skor telak, 5 - 0 untuk Anies baswedan

Sebut saja beberapa kota itu adalah Kolmanskop di Namibia, Pulau Hashima di Jepang, Bodie di California. Kota ini dibuat dan ramai sehingga menjadi kegiatan ekonomi yang cepat ketika area penambangan yang masih berjaya, namun ketika hasil tambang sudah habis, kota itu di tinggalkan masyarkatnya.

Gambar Ilustrasi

Ada lagi kota dimana pernah terjadi Bencana Dahsyat, Gempa dan tanah longsor seperti Kota Plymouth di Montserrat Karibia dan Craco di Italia.Ditinggalkan penduduknya karena merasa tidak aman.

Dan yang masih menjadi perbincangan dunia adalah Kota Varosha di Cyprus , kota ini terlihat indah di pingir pantai namun ditinggalkan Penduduknya ketika terjadi konflik antara turki dan Yunani.

Ghost City Varosha-Cyprus

Sejarah2 itu seharusnya membuat kita menjadi lebih waspada dan lebih hati2 dalam merencanakan sesuatu yang besar dan melibatkan seluruh unsur serta biaya yang sangat besar pula.

Apakah ada contoh Kota mati dalam proses pemindahan Ibukota ? yaa belum ada..karena negara2 itu belajar dengan sangat baik dan merencanakan dengan matang atas proses besar itu.  Jika terjadi mungkin saja baru negara Indonesialah yang Pertama.

Knapa Pesimis ? di awal sudah dikatakan dimana Persiapan tidaklah matang,Kondisi perekonomian tidak dalam kategori Ideal, Kondisi Sosial Budaya masih dalam peringkat tengah karena masih terjadi konflik Suku, Agama dan Ras. Dan terakhir Suhu Politik sangat tidak kondusif dimana Suksesi Kepemimpinan atas Pemilu 2019 masih terjadi Kontroversi akibat dugaan Kecurangan sehingga Legitimasi Presiden didepan Rakyatnya masih dipertanyakan, yang kemungkinan rakyat yang sebagian besar kecewa tidak akan mengikuti perintah pindah atau tidak patuh.

Walhasil.. Pemaksaan Pembangunan Ibukota akan Berakhir..Menjadi Kota Hantu.

Kegagalan membentuk Ibukota baru ini akan berdampak pada kondisi ekonomi yang semakin terpuruk berkelanjutan dan jangka panjang akibat Ulah Segelintir oknum Calo Proyek.

Baca Juga:   Begitulah Hebatnya Jokowi Menghadapi Gejolak Papua

-PR-

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: