pulang kampung

Solusi Agar Bisa Mudik

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Menurut Pak Presiden, pulang kampung itu kalau tidak punya rumah di Jakarta alias ngontrak. Bekerja di Jakarta, anak istrinya ada di kampung.

Balya Nur

Era orba, Yus Badudu sebagai penjaga bahasa Indonesia kerap tampil memberikan pelajaran penting agar rakyat Indonesia berbahasa dengan baik dan benar. Yus Badudu nekad melawan Presiden Soeharto yang melafalkan bahasa Indonesia dengan tidak baik dan tidak benar. Pak Harto melafalkan โ€œ kanโ€ menjadi โ€œken. โ€œ Dan itu menjadi virus yang menjangkiti para pejabat. Hampir semua pejabat ikutan lafal Pak Harto. Yus Badudu tidak takut, dia tetap kekeh kalau lafal itu adalah salah! Walhasil dia dipecat oleh TVRI.

Sekarang kita punya KBBI. Mudik dalam KBBI berarti pulang kampung. Semalam di acara Mata Najwa, Presiden Jokowi membedakan arti mudik dengan pulang kampung. Najwa sampai terheran-heran, apa bedanya mudik dengan pulang kampung?

Menurut Pak Presiden, pulang kampung itu kalau tidak punya rumah di Jakarta alias ngontrak. Bekerja di Jakarta, anak istrinya ada di kampung.

Kalau dulu ada KTP musiman, nggak tahu sekarang masih ada apa nggak. Presiden nggak menjelaskan soal KTP. Jadi bisa saja punya KTP atau tidak, tapi yang penting anak istrinya ada di kampung.

Presiden menjawab pertanyaan Najwa yang menyodorkan fakta dari Kemenhub, sudah kurang lebih satu jutaan orang yang curi start mudik. Presiden mengatakan, itu bukan mudik tapi pulang kampung. Dengan kata lain, satu jutaan yang pulang kampung itu tidak ada satu pun yang bersama istri dan anak. Dan semuanya nggak ada yang punya rumah di Jakarta. Kalau nggak numpang ya ngontrak. Benarkah begitu?

Sehari sebelumnya pada saat ratas, presiden mengatakan, “Dari hasil kajian-kajian yang ada di lapangan, pendalaman di lapangan, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, disampaikan yang tidak mudik 68%, yang tetap bersikeras mudik 24%, yang sudah mudik 7%. Artinya masih ada angka sangat besar 24% lagi.”

Baca Juga:   DOA KALIAN TERKABUL WAHAI UMAT

Angka 7 persen itulah yang ditanyakan Najwa, yang dalam ratas itu Presiden masih menyebutnya sebagai mudik. Kalau dalam hukum titah raja atau fatwa, maka ucapan sebelumnya (qoul qodim) tidak berlaku lagi kalau sudah ada ucapan yang baru ( qoul jadid)

Kalau mudik menurut presiden dilakukan jelang idul fitri. Jadi, yang pulang kampung pakai tahun mesehi 2020 bulan Maret sampai April namanya pulang kampung. Kalau pakai tahun hijriah, bulan ramadhan 1441 Hijriyah, namanya mudik.

Angka 24 persen yang masih bersikeras akan mudik, presiden sudah menyiapkan sanksi bagi yang masih nekad mudik. Nah, untuk menghindari sanksi itu ada beberap tips jitu yang harus diperhatikan. Berikut tipsnya.

Bagi yang mengontrak rumah, minta surat keterangan RT, RW, Lurah bahwa dia benar ngontrak di Jakarta. Bagi yang sudah punya rumah, ya gimana caranya minta juga dibuatkan surat serupa. Siapkan potongan video acara Mata Najwa, bisa didownload di postingan ini. Simpan dalam hape.

Kalau ditanyakan petugas gugus tugas Covid19, jangan bilang mau mudik. Bilang saja mau pulang kampung. Pasti para petugas akan terawa. Biarkan saja mereka tertawa, nanti mereka akan terdiam seperti batu.

Kalau petugas sudah puas tertawa, dan bertanya,โ€ Apa bedanya pulang kampung dengan mudik? Jangan cari alasan untuk membodohi petugas,ya? โ€œ

Nah, putarlah video itu di hadapan para petugas. Katakan, โ€œ Bapak mau bilang yang bicara di video ini bodoh, haaah? โ€œ

Biarkan para petugas itu melongo, garuk kepala, mengusap jidat, geleng-geleng kepala. Kalau petugas itu berunding, jangan dulu merasa menang agar mereka tidak merasa dipermalukan.

Kalau petugas itu berkata, โ€œ Pak Presiden kan mengatakan pulang kampung itu kalau mau betemu dengan istri dan anak di kampung? Lha bapak ini kan berangkat bersama istri dan anak-anak. Berarti itu mudik! โ€œ

Baca Juga:   Menghina Anies Sama Dengan Menghina Prabowo

Tenang. Jawab seperti ini. โ€œ Bapak-bapak ngerti qias nggak? Ilat atau pokok soal utamanya adalah bertemu dengan anak atau istri. Saya dan istri saya ni mau bertemu dengan bapak dan ibu kandung saya dan bapak dan ibu kandung istri saya di kampung. Apa bedanya? Bapak saya mau bertemu dengan anaknya yang tinggal di Jakarta dengan Bapak yang tinggal di Jakarta mau bertemu dengan anaknya di kampung? Kan sama-sama pertemuan anak dengan bapak?

Biarkan para petugas mikir sejenak. Penjelasan ini memang bukan bahasa administrasi. Bahasa para petugas kan bahasa administrasi.

Kalau petugas bilang gini, โ€œ Begini saja, Pak. Kita ambil jalan tengah. Biasanya pernyataan presiden akan dijelaskan oleh jubirnya. โ€œ

Jawab gini, โ€œ Dijelaskan atau diralat oleh jubir, Pak? โ€œ

โ€œ Apa pun istilahnya, kita tunggu ucapan jubir presiden. Supaya jelas persoalannya. โ€œ

โ€œ Bapak ingin mengatakan, ucapan Presiden bikin persoalan tambah nggak jelas? โ€œ

โ€œ Jangan gitu lah. Saya ini kan petugas yang sedang menjalan perintah presiden yang melarang orang mudik. โ€œ

โ€œ Saya ini rakyat pak Presiden yang patuh pada ucapan presiden. Kalau Presiden bilang boleh pulang kampung tapi melarang mudik, saya patuh. Saya ini bukan mau mudik, tapi mau pulang kampung. โ€œ

โ€œ Sudahlah. Kita tunggu saja jubir presiden. โ€œ

โ€œ Kalau jubirnya sama bingungnya seperti bapak, gimana? โ€œ

โ€œ Sudahlah. Saya tidak mau berdebat. Pokoknya nggak boleh mudik! โ€œ

โ€œ Saya mau pulang kampung, bukan mau mudik! โ€œ

” Pak Presiden kan bilang kalau mau berlebaran di kampung, itu namanya mudik! “

” Memangnya bapak tahu kapan lebaran? Bapak tanya Menag juga dia nggak tahu kapan lebaran. Nunggu sidang isbat dulu.”

Baca Juga:   THE GHOST CITY

Dan seterusnya dan seterusnya.

-Balyanur

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: