SIAPA FPI SEBENARNYA ?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Pak Raden

17 Agustus 2019 yang lalu adalah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, Ternyata Ormas Islam Fenomenal FRONT PEMBELA ISLAM atau yang kita kenal dengan FPI juga berulang tahun ke 21. Tanpa kebetulan Pemilihan Tanggal dalam Membidani Kelahiran Organisasi Islam ini terjadi pada 17 Agustus 1998 ketika Negara ini bertransformasi dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Dimana di era reformasi ini masyarakat bebas mendirikan Organisasi Masyarakat asalkan masih dalam bingkai ideologi Pancasila.

Sebuah pribahasa Latin kuno berbunyi: “Nomen est omen!” ‘Nama adalah sebuah tanda’, demikian kira-kira kalau diartikan. Tak ada cerita yang tak dimulai dengan nama. Kali ini kisah itu dimulai dengan sebuah nama: Front Pembela Islam, atau yang lebih populer dengan sebutan FPI

Pendiri Ormas Front Pembela Islam ini adalah Dr. Al-Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab, Lc.MA.DPMSS (Datuk Paduka Maulana Syar’i Sulu) ini merupakan seorang ulama keturunan campuran Betawi dan Hadhrami. Gelar DPMSS merupakan sebuah gelar kebangsawanan yang diperoleh Rizieq dari Kesultanan Sulu di Malaysia yang diperolehnya saat menempuh pendidikan di Malaysia. Adapun komunitas Hadhrami adalah masyarakat diaspora yang berasal dari Hadhramaut, sebuah wilayah di Yaman.

Kiprah FPI di tangan seorang Ulama Ulama Garis Tegas ini membuat Hegimoni yang telah ada bertahun2 di kuasai Ormas Islam terbesar yaitu NU dan Muhammadyah seolah sirna.Selama ini masyarakat hanya mengetahui NU dan Muhammadyah sebagai keyakinan dalam bermahzab. Padahal ketiga Ormas ini masih berpedoman pada Mahzab yang sama yaitu Imam Syafi’i

Fitnah Keji Terhadap FPI

Kiprah FPI dalam masa pertumbuhannya di kenal sebagai Ormas yang bergaris keras dan cinderung anarkis, suka main hakim sendiri, bahkan Pemimpinnya sendiri Alhabib Rizieq Shihab pun tak luput dari Incaran Kepolisian untuk ditangkap. Sekitar tahun 2000 sampai dengan 2010an media2 sering di hiasi oleh informasi2 tersebut. Faktanya ternyata Masyarakat selama ini hanya mendapat informasi hanya dari satu lubang saja sehingga Opini yang terbangun adalah Stigma FPI sebagai Ormas Islam Radikal dan Membahayakan Negara.

Kita ambil contoh saja. Silahkan cek di Google search dengan Keyword FPI, bacalah informasi pada Wikipedia dimana seharusnya Sejarah itu telah terkonfirmasi benar adanya karena pastinya Sumber penulisan adalah dari Pihak FPI, ternyata tidak benar. Tidak terkonfirmasi dan informasi didalamnya sebagian besar adalah Hoax. Apakah itu ?

FPI di katakan dalam Kiprah pertamanya yaitu menjadi PAM SWAKARSA bentukan TNI ketika itu Panglima TNI nya adalah Wiranto yang ditugaskan mengamankan Sidang Istimewa MPR dimana dalam satu kondisi akan menghadang gelombang Mahasiswa yang akan melakukan tindakan anarkis.

Faktanya adalah FPI tidak terlibat dalam perekrutan PAM Swakarsa oleh TNI dan ini diyakini oleh para Aktivis Mahasiswa dimana pada Tragedi Semanggi dimana para Warga dan Mahasiswa sendiri yang menyaksikan bahwa PAM SWAKARSA yang bersenjatakan Bambu runcing adalah masa berperawakan dari timur, entah ambon atau kupang namun itulah yang tampak. Tidak ada atribut Islam yang mereka pakai dan pekikan takbir Khas Ormas Islam.

FPI dikatakan sebagai Preman Penyerang kelompok ambon ketika tragedi Ketapang dimana berita yang beredar FPI membuat onar . kejadian sesunguhnya adalah Keributan antara warga dan Geng Ambon penjaga parkir di kafe Pisa, berujug bentrok warga dan sekitar 600 orang Preman, karena Preman diduga melempar kaca masjid. Terjadilah Pembalasan dan pengejaran balik dari warga tanpa ampun kepada para preman hingga terjadi korban tewas sekitar 15 preman ambon. Ketika masyarakat hanya bisa prihatin dan aparat agak lambat dalam merespon, FPI turun untuk menyelesaikan masalah ini. Tidak dipungkiri ada beberapa clash yang terjadi, namun FPI berhasil mengusir para preman-preman tersebut. Ketika itu, pasukan FPI dipimpin langsung oleh Imam Besar Laskar LPI, KH. Tb. Siddiq AR.

Baca Juga:   Kuat Dugaan China Mau Buat Senjata Biologi

FPI dikatakan Organisasi yang dibentuk oleh Polri atau di Biayai oleh Polri dalam membantu tugas2nya mengamankan kota dalam potensi bentrok dengan Mahasiswa. Faktanya FPI tidak berafiliasi dengan Lembaga pemerintah manapun dalam beraktifitasnya.

FPI dikatakan mendukung Wiranto dalam Pemilu Presiden 2004 karena merasa berhutang budi telah di lahirkan dan dibentuk. Dan FPI memprogagandakan dalam memusuhi SBY. Faktanya FPI tidak pernah terlibat dalam politik praktis apapun dalam Pemilu Presiden maupun Legislatif ketika itu , dan FPI tidak di lahirkan atau dibentuk oleh TNI.

FPI dituduh memiliki majalah Porno di Markas Petamburan ketika di grebek Polisi sampai Habib rizieq di gelandang ke Polda Metrojaya. Faktanya adalah FPI telah menggerebek beberapa kafe2 remang2, tempat perjudian dan menyita ratusan barang bukti berupa majalah dan video porno dan di bawa ke Markas Petamburan untuk di laporkan ke Polda MetroJaya ke esokan harinya. 

Itu adalah sebagian kecil dari Peristiwa2 fitnah kepada FPI yang beredar di masyarakat sejak berdirinya 1998 hingga saat ini ,sehingga Masyarakat yang belum mengetahui sudah tentu akan membenci Organisasi ini hingga ke ubun ubun. Karena tidak adanya informasi berimbang yang diterima masyarakat hingga hari ini.

Sejarah Berdirinya FPI.

FPI didirikan tepat pada hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni pada 17 Agustus 1998 atau 25 Robi’uts Tsani 1419 Hijriyyah di Pondok Pesantren Al-Umm, Tangerang.  Walau baru diresmikan pada 17 Agustus 1998, FPI sebelumnya telah merintis kemunculannya di publik lewat pengajian, tabligh akbar, audiensi dengan unsur-unsur pemerintahan, serta silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama terkemuka. Rizieq-lah yang berhasil mengumpulkan 20 sesepuh pendiri FPI, di antaranya KH Fathoni, KH Misbahul Anam, KH Cecep Bustomi, dan Habib Idrus Jamalullail. Tokoh-tokoh ini dikenal sebagai mubalig (Dai atau pendakwah besar) yang keras sejak zaman Orde Baru. Habib Idrus Jamalullail dan K.H. Cecep Bustomi bahkan pernah dipenjara pada dekade 1980-an karena dianggap mengkritik pemerintah Soeharto.

Ayah Rizieq, Sayyid Husein, adalah pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia – sebuah gerakan untuk menyatukan bangsa-bangsa Arab yang tersebar di seluruh dunia – sekaligus seorang agitator perlawanan terhadap Belanda yang terkemuka. Peran ayahnya ini pula-lah yang menyebabkan Rizieq mampu mengajak ulama-ulama garis keras lain untuk ikut bergabung dalam FPI. Selain itu, gelar Habib yang dimiliki oleh Rizieq menjadikannya sebagai pemuka agama yang terpandang. Para Habib sangat dihormati oleh masyarakat muslim Indonesia karena dianggap sebagai tali pengetahuan yang murni sebagai akibat garis keturunannya yang langsung dari Nabi Muhammad. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa Rizieq Shihab adalah ulama yang sangat dipandang di kalangan masyarakat muslim Indonesia.

Baca Juga:   Rapat Kabinet Tak Setuju, Kenapa Jokowi Umumkan Ibu Kota Pindah?

Jadi Jelas sudah segala informasi2 yang berasal dari Media2 anti Islam atau Media2 Rasis Anti Arab seluruhya adalah fitnah Keji. Fitnah yang bertujuan mendeskreditkan FPI sebagai Ormas Preman, Ormas radikal, Ormas Wahabi, Ormas yang berafilisi dengan ISIS, Ormas yang tak berideologi Pancasila dan lain sebagainya.kenapa  ? karena segala informasi itu bertolak belakang dengan Sejarah dan fakta2 dilapangan yang tidak di beritakan oleh Media.

Kiprah FPI dalam Membantu Korban Bencana Alam

FPI hadir di Peristiwa Tsunami Aceh Desember 2004, berkiprah dengan sangat Luar biasa tanpa pemberitaan media. FPI membantu evakuasi ribuan jenazah dan terbanyak diantara Para Relawan dan Lembaga2 pemerintah lainnya.

FPI hadir dalam Bencana Meletusnya gunung Merapi di Jogjakarta,Gempa Jogjakarta, Gempa Sumatera Barat, Sumatera Utara, Letusan Gunung Sinabun, Tanah Longsor di Sukabumi, Gempa Bumi NTB( Lombok- sumbawa), Gempa Palu, Tsunami Banten, Evakuai Bencana banjir di jawa barat, jawa tengah, Banjir Makasar dll.

Dalam tangkapan berita lokal setempat, warga2 penyintas bencana bahwa Ternyata Ormas yang Paling pertama hadir menjangkau area2 sulit dan terjauh dan sesegera mungkin menolong dan mengevakuasi korban adalah FPI.

Kiprah FPI dalam Membela Kehormatan Islam

FPI terkenal dengan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dimana dakwah Nahi Munkar yang dengan kata lain adalah Melawan /membasmi Kemunkaran ,ini lebih tidak popular dikalangan pendakwah lain karena beresiko tinggi , yang lebih banyak mendakwahkan Amar Ma’ruf ( sikap, Prilaku, amaliyah ). Apa itu Kemunkaran ? yaitu segala sesuatu hal, aktifitas manusia yang menyimpang dari Ajaran Islam dan Nilai2 etika Islam yang di Syariatkan, seperti Perjudian, Prostitusi, Minuman Keras, Narkoba, Pergaulan Bebas, Hedonisme dan Kriminalitas.  Tepat. Ini beresiko tinggi, karena berhadapan dengan para Pelaku kejahatan, Geng Kriminal, Mafia, Kartel dan juga mungkin saja ada dari mereka yang berlindung pada kekuasaan.

Resiko ini pasti sudah dipertimbangkan matang oleh Sang Alhabib Rizieq Shihab, pimpinan tertinggi FPI ini dalam berdakwah dan bertindak, yaitu resiko yang bahkan diperkirakan berujung diancam bunuh, mulai dari dibunuh karakternya hingga ancaman dibunuh fisiknya ( upaya menghilangkan nyawa ) Beliau dan para Anggotanya.

Tak ada kata “TAKUT” bagi Beliau dan Jamaahnya dalam menegakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar walau dengan Resiko Mati. Karena Mati dalam Berjuang menegakan Islam adalah syahid.

FPI Menjadi Ormas yang Diperhitungkan dalam Perpolitikan

FPI dalam 20 tahun perjalanannya kini ternyata telah menjadi salah satu Ormas Islam yang terbesar dari segi Jumlah Jemaah / Anggotanya, Jumlah Simpatisan atau Pendukungnya. Jumlah ini faktanya telah menyamai bahkan melampaui dari Ormas2 Islam besar di Indonesia, bahkan Justru Ormas2 Islam yang ada saat ini memilih FPI sebagai Imam dalam melakukan aksi2 massa. Bedasarkan data riset terbaru yang dilakukan oleh Alvara Research Center bahkan menunjukkan bahwa FPI adalah ormas keagamaan ‘Top of Mind’ nomor 3 setelah Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bahkan kiprahnya sudah melampau ormas Islam yang lebih tua semisal Al-Wasliyah dan Persatuan Islam (Persis).

Tentunya Hal ini tak lepas dari peran sentral Alhabib Muhammad Rizieq Shihab sebagai pemimpin tertinggi yang Kini beliaupun di berikan Gelar IMAM BESAR UMAT ISLAM INDONESIA oleh ormas ormas Islam dan para pendukungnya, dikarenakan Beliau dianggap mampu memimpin Umat serta menyatukan Umat Islam dari segala perbedaan namun satu tujuan arah perjuangan.

Baca Juga:   Yasonna Laoly Dipukul KO, Ronny Sompie Terkapar

Gelar ini tentunya tidak di sukai oleh lawannya. Lawan dalam hal perbedaan arah dakwah, perbedaan pandang Ilmu agama dan perbedaan arah politik yang tentunya berbeda arah tujuan perjuangan. Darimana mereka ? Tentunya dari sesama Umat Islam sendiri selain dari kelompok Minoritas.

Berawal dari Kasus penistaan terhadap Alquran yang terelaborasi menjadi Penistaan Agama karena Kitab Umat Islam terkait erat tak terpisahkan dalam Agama Islam. Aksi 411 atau 4 September 2016 yang menjadi awal mula Aksi besar Umat Islam dalam menuntut ditindaknya  Gubernur DKI Basuki Tjahya Purnama yang telah melakukan penistaan terhadap Agama Islam.

Pada hari itu Para Ulama Ulama yang sedang melakukan Aksi Damai menuntut ditegakannya keadilan, diperlakukan nista oleh aparat dengan menembakan Gas Airmata kepada Peserta asksi di depan Istana Negara. Mengakibatkan kekecewaan lebih mendalam pada rakyat terutama Mayoritas Umat Islam. Namun lagi lagi Pemerintah yang tidak juga memproses mengakibatkan sumbangsuh pemerintah akan terjadinya Aksi massa terbesar sepanjang sejarah peradaban Indonesia yaitu Aksi 212 atau 2 Desember 2016 di Silang Monas yang ketika itu jumlah massa umat islam mencapai 7 Juta orang.

Hampir tidak mungkin dan tak akan ada yang mampu menghadirkan masa begitu banyaknya dengan keikhlasan pesertanya. Maka Sejak itulah FPI menjadi momok bagi kekuasaan yang diduga akan mengganggu jalannya pemerintahan, karena disamping mereka selalu bertolak belakang dengan kekuasaan, mereka juga diduga akan berpotensi menjadi penghalang agenda politik 2019.

Perpanjang IZIN ORMAS FPI terhambat.

Hingga kini FPI belum mendapat kan Izin perpanjangan Organisasi Masyarakat oleh KEMENKUMHAM dikarenakan FPI harus memenuhi 20 Syarat dan baru 10 syarat terpenuhi. Kontroversi atas penetapan paersyaratan tambahan dimana pada 2004 tidak ada persyaratan2 lain yang seolah proses perpanjangan izin ini sednag di hambat.

Tagar Bubarkan FPI sempat menjadi berita di media2 mainstream , seperti ada upaya menggiring opini bahwa keberadaan FPI tidak di perlukan di masyarakat, sehingga menjadikan alibi kuat untuk tidak dilanjutkan proses izin perpanjangan yang di ajukan tersebut.

Berbagai macam cara dilakukan para oknum dengan ditetapkan oleh satu system di media social Facebook bahwa FPI  sebagai Organisasi Terlarang, Organisasi yang melakukan Ujaran Kebencian, Tindakan kekerasan dan lain2 sehingga melanggar Standard Komunitas dari Media social Facebook. Barang siapa yang menuliskan saja kata atau kalimat dengan keyword “FPI, Habib, Rizieq, Imam Besar, Foto Habib Rizieq, Logo FPI dan apapun yang berkaitan dengan Ormas dan tokoh nya, maka Sistem didalam mesin Facebook secara otomatos akan memberi peringatan keras mensuspend 24 jam, beberapa hari atau bahkan paling extrim adalah menonaktifkan akun yang melanggar ketentuan tersebut.

Sejak perhelatan Perpolitikan Pilkada DKI, sampai Pemilu Presiden dan Legislatif, sudah ribuan akun  kontra pemerintah telah ditumbangkan hanya karena mengkritik pemerintah atau sekedar memuji tokoh Imam besar, pasang foto Aksi dan foto beliau.

Siapa yang bisa memerintahkan Facebook di Indonesia ? tak perlu dijawab.

FPI Selalu di Hati Umat

Kriminalisasi terhadap Imam Besar dengan Kasus yang dibuat2 oleh oknum entah siapa hingga saat inipun belum diungkap kepolisian, tapi justru beliaulah yang dijadikan sasaran tembak oleh para pembencinya, dibunuh karakternya, difitnah dengan keji dan lain sebagainya. Disaat yang sama pula dukungan kepada FPI dan Imam besar semakin membesar tak terbendung. Reuni PA 212 yang menjadi symbol kemenangan Umat Islam terhadap kedzaliman justru menhadirkan lebih banyak massa lagi melebihi aksi 212. Ini membuktikan semakin dibungkam, semakin di hina, semakin di sudutkan justry semakin di cintai Umat Islam.

Selamat Milad FPI ke 21, Barrakallahu fii Umrik.

Tetaplah berjalan dalam dakwah Amar Ma’ruf Nahi munkar.

Tetaplah menjadi yang terdepan dalam membantu sesame Umat yang dalam kesusahan, dalam bencana alam dll.

Tetaplah menjadi penerang jiwa umat didalam gelap.

Tetap menjadi IMAM kami dalam beraksi melawan Kedzaliman.

FPI selalu di Hati Umat Islam

-PR-

Note: Jika ada kesempatan dan keberkenanan Organisasi, Penulis berniat ingin bergabung menjadi Anggota FPI.InsyaAllah.

Sumber :

https://inspiratormedia.id/nasional/asal-muasal-berdirinya-front-pembela-islam-fpi/

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: