Bilik Opini
Menyerbuki Akal Sehat Dengan Kejujuran Dan Kebenaran
Bilik Opini
Menyerbuki Akal Sehat Dengan Kejujuran Dan Kebenaran

Update

Serial CHIC: Tiga Peri Onde-Onde Yuk Irna

March 26, 2021 Chic, Humor, Serial, Sketsa
Serial CHIC: Tiga Peri Onde-Onde Yuk Irna

“Eh … Yuk Irna. Lama tak kelihatan. Ke mana aja?”

“Kan kerja di rumah, Wan. Capuccino latte, ya. Spring roll satu, kentang goreng satu.”

“Password wifi apa, Wan?”

“periodekopi huruf kecil semua tanpa spasi, Yuk.”

“Kok bisa mirip dengan judul buku cerita anak yang sedang aku tulis, Wan? Padahal belum kuumumkan di medsos.”

“Apa judul calon buku Yuk Irna?”

“Tiga Peri Onde-Onde.”

“Hah? Ceritanya seperti apa, Yuk?”

“Tapi ini rahasia, Wan. Jangan kau bocorkan ke siapa pun. Apalagi sama Bang War.”

“Kenapa Bang War, Yuk?”

“Nanti dia jadikan kultwit, diplagiat pula sama Tante Maya.”

“Setahuku, Bang War tak punya akun twitter, Yuk.”

“Oh … berarti Tante Maya dapat dari Ketty. Itu … pembantuku yang udah kupulangkan ke kampungnya di pelosok rimba pulau terujung. Dia berlagak jadi nyonya besar di akun IG-nya berswafoto dalam mobil Mercy-ku.”

“Ngomong-ngomong, Tiga Peri Onde-Onde ceritanya tentang apa, Yuk?”

“Ada tiga peri daerah kumuh bernama Sayur Polah, Magerwati dan Lumut Wasir Penenun—“

“Sik, sik, sik. Itu peri apa dedemit kolam, Yuk?”

“Kau tak dengar penjelasan Ayuk tadi? Tiga peri daerah kumuh.”

“Bikelah. Terus?”

“Ketiganya bermufakat jahat untuk menjadikan Jaka Pupu Swiwi, penjual ayam geprek, sebagai kaki tangan mereka untuk merampok kekayaan negeri Sewidak Loro.”

“Si Jaka Pupu Swiwi mau?”

“Kecerdasannya di bawah rata-rata, setingkat Pinokio.”

“Tapi Pinokio lucu dan katanya sederhana merakyat, Yuk.”

“Tetap saja kecerdasannya di bawah rata-rata, setingkat Jaka Pupu Swiwi. Dan kalau ambeiennya lagi kumat, suka ngimpor beras dan nambah utang.

Setelah berhasil menampok kekayaan negeri Sewidak Loro selama setengah dasawarsa, mereka masih belum puas. Dengan cara licik mereka kembali menjadikan Jaka Pupu Swiwi sebagai kaki tangan mereka untuk merampok.

Untung tak dapat diraih, Malang Suroboyo liwat Gempol, baru beberapa purnama Jaka Pupu Swiwi jadi wayang kulit yang mulai gemuk berisi pagebluk melanda jagat.

Merasa hasil rampokan masih kurang, tiga peri daerah kumuh, Sayur Polah, Magerwati dan Lumut Wasir Vermak—“

“Bukan Penenun, Yuk?”

“Oh ya … Sayur Polah, Magerwati dan Lumut Wasir Penenun menyimpulkan satu-satunya cara dengan terus mempertahankan Jaka Pupu Swiwi sebagai kaki tangan mereka. Kalau perlu sampai kiamat.

Problemnya, aturan para leluhur tidak memungkinkan untuk itu. Apalagi mayoritas kawula Sewidak Loro lebih patuh pada The Great Religious Leader.

Akhirnya tiga tiga peri daerah kumuh, Sayur Polah, Magerwati dan Lumut Wasir Palugada—”

“Penenun, Yuk. Penenuuun!”

“Iya. Mereka menangkap The Great Religious Leader dengan pasal-pasal karet gelang yang hanya berlaku untuk penentang Jaka Pupu Swiwi. Digelarlah drama komedi yang tidak lucu. Bersambung.”

“Lho … jadi belum selesai plot ceritanya?”

“Belum, Wan. Ayuk juga lagi nunggu live streaming dari maitub.”

“Bikelah. Tapi … apa hubungannya dengan onde-onde?”

“Ayuk sekarang bikin onde-onde. Mau Ayuk titip jual di cafe kau ini. Murah dan enak, Wan. Kau kan sudah pernah nyicip tekwan bikinan Ayuk? Lainlah sama onde-onde.”

“Waduh, Yuk. Tak berani jamin akan laku. Ini saja untung Ayuk pesan spring roll. Nanti tengah malam kedaluwarsa dia.”

“Haaah? Awas kau kalau perut Ayuk sakit sampai terhasto-hasto, Wan!”

 

Cakung, 26 Maret 2021

 

 

Taggs:
Write a comment