Bilik Opini
Menyerbuki Akal Sehat Dengan Kejujuran Dan Kebenaran
Bilik Opini
Menyerbuki Akal Sehat Dengan Kejujuran Dan Kebenaran

Update

Serial CHIC: Cak Sam Diundang Resepsi Pernikahan

March 17, 2021 Chic, Humor, Serial, Sketsa
Serial CHIC: Cak Sam Diundang Resepsi Pernikahan

Cerita Hari Ini Cafe

“Wan, long blek robusta toraja satu, tak iye!”

“Ah, Cak Sam! Lama tak keliatan. Ke mana aja? Rapi bener, pakai jas segala.”

“Ada undangan resepsi pernikahan. Itu, yang terhormat anggota partai yang biasa ngurus duit negara mantu di kampungku. Karena gak bisa datang, aku pake zummiting. Hot spot di sini masih gratis, tak iye?”

“Masih, Cak. Yang penting minum dari sini bukan bawa dari luar. Apalagi dari luar negeri seperti beras dan garam.”

“Itulah, Wan. Aku ranheran dibuatnya. Kamu tau? Di kampungku, semua lahan jadi tambak garam. Kalau kamu main ke sana, kencingmu pun jadi asin, tak iye. Paswot waifainya apa, Wan?”

“longblackarabicagayo.”

“Aku pesan robusta toraja, Wan. Bukan arabica gayo. Itu kan kopi larang. Nanti utangku tambah banyak aja di sini, tak iye?”

“Itu passwordnya, Cak. ‘longblackarabicagayo’ huruf kecil semua tanpa spasi.”

“Oh … tak kira kamu mau ngasih aku arabika gayo. Kalo dikasih gratis siapa nolak, tak iye?”

“Utang Cak Sam udah sama dengan utang ke Cayna.”

“Belumlah, Wan”

“Maksudku, sama-sama enggak sanggup bayar.”

“Kamu memang lucu, Wan. Daripada buka kafe pisepi begini, mending kamu stenap komedi.”

“Kalau aku ikut audisi standup comedy dan menang, nanti Cak Sam ngutang ngopi di mana?”

“Kalau kamu femes kan aku bisa taminta jadi asisten kamu, tak iye? Eh, acaranya udah mulai. Wuih … mak sosban hadir gak pake masker. Padahal ada yang bikin resepsi udah kena denda ditahan dan kena pasal ancaman penjara pula, tak iye!”

“Kok Cak Sam diundang? Kan Cak Sam termasuk barisan qadarun alias oposisi terima takdir apa adanya?”

“Manten temen sekolahku dulu di Suroboyo. Biyen nakal areke.”

“Mantan Cak Sam?”

“Hush … manten lanang kok bisa jadi mantan. Lho … kok wes bubar, tak iye?”

“Undangannya jam berapa, Cak?”

“Tadi jam sebelas. Tapi aku nyari pinjeman jas dulu.”

“Oalah, Caaak. Sampeyan kan bisa nonton aja via yutub, enggak perlu dandan pake jas. Lagian, ngapain Cuma pake atasan jas tapi bawahannya celana sepak bola gitu?”

“Celana si Badril kedodor kalau aku pake. Lucu jadinya, tak iye? Kopinya kasbon dulu, Wan.”

“Yang dulu sebelum pandemi aja belum lunas, Cak. Eh, ditanyai Ceu Entin. Kapan mau bayar utang rokok yang sudah satu buku tulis merk kyukyu empat puluh halaman full?”

“Bilang aja, kalau dia mau nikah sama aku utangnya lunas, tak iye!”

 

Ikhwanul Halim
Cakung, 17 Maret 2021

Write a comment