Reuni

Reuni 212 Kesannya Sepanjang Hayat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Reuni 212 ini memang sedikit unik, biasa reuni karena pernah ketemu, tapi Reuni 212 belum pernah ketemu, namun hadir di acara yang disebut reuni. Dan semuanya gembira.

Alhadi Muhammad

Sisi lain Reuni Dua Satu Dua, kita yang hanya kenal di media sosial seperti Facebook, diketemukan di lapangan Monas. Kita hanya kenal dari beberapa tulisan, status dan komen yang saling mendukung, pada Dua Satu Dua kita ketemuan dengan menyebutkan, “eh akunnya yang namanya Richard ya?” Nah saat itu kita ngobrol panjang.

Ada yang lesehan dipinggiran rumput, ada yang selonjoran beralas tikar dan ada juga yang duduk sambil nungguin logistik, untuk dibagi-bagikan ke peserta lain. Untuk yang serius, biasanya di balik meja stand sambil ngomong ana ini yang gak jauh dari tema simetris dengan status di Facebook.

Persiapan menghadapi Dua Satu Dua, sudah dikondisikan beberapa minggu sebelumnya di WhatsApp Group. Gak perlu sibuk dengan pembagian tugas, masing-masing sudah tau bahwa di acara tersebut yang ada bagi-bagi rezeki. Ada yang dari Bandung bawa Somay yang katanya paling enak se Asia, ada yang bawa Roti binaan UMKM di RT nya, atau ada juga yang datang kucrak kucruk, gelar tiker langsung molor menunggu acara Tahajjud, Shubuh dan doa bersama dimulai.

Di area tengah, beberapa mak-mak bersama suaminya gelar tiker sambil menyimak ceramah para Kyai, Habib dan Ustadz. Diselingi sholawat, suasana menjadi hidup.

Disisi lain, bagi peserta yang kelaparan dan kehausan, tenda-tenda logistik mengelilingi area Monas. Jadi jika posisinya di area dalam, mustahil kelaparan, semuanya GRATIS. Dan toilet mobile cukup banyak, disebar di hampir semua sisi monas, walaupun ngantri, tapi cukuplah dalam kondisi darurat.

Semua orang yang terlibat di Dua Satu Dua, mengetahui fungsinya masing-masing, untuk saling menjaga kebersihan dan ketertiban, gak perlu ada yang komando. Banyak relawan bawa kantong plastik hitam besar, menawarkan sampah sisa bungkus/kotak makanan atau botol air mineral diangkut oleh relawan tersebut, sambil teriak-teriak “Buanglah Cebong Pada Tempatnya”.

Baca Juga:   Kekuatan Militer RRC vs RI

Maksud cebong disini adalah SAMPAH.

Jadi sangat aneh, jika ada yang mengatakan Milad Akbar Dua Satu Dua berbau radikal. Jika saja acara ini diadakan oleh pembenci Dua Satu Dua dan dibungkus proposal, mungkin anggaran yang dibutuhkan hingga puluhan milyar. Tapi untuk acara Dua Satu Dua, praktis anggaran hanya untuk panggung dan sound system, sementara semua kebutuhan logistik justru peserta yang menanggung.

Dampak lain dari Dua Satu Dua di Monas, praktis memutar ekonomi Jakarta. Hotel-hotel bintang 1 2 3 4 5 sekitaran Monas langsung Full Booked. Sektor usaha kecil ikutan kena imbasnya, banjiran order untuk dijadikan logistik gratis. Barokah banget acara Dua Satu Dua ini, dan saya gak akan melewatkan kesempatan ini tahun depan, insya Allah jika umur dan kesehatan masih diberikan. Rezeki? gak usah khawatir, buat saya yang tinggal di Jakarta, hampir gak perlu keluar uang untuk ikut di acara ini. Alhamdulillaah.

Reuni Dua Satu Dua ini memang unik, biasa reuni karena pernah ketemu, tapi Reuni Dua Satu Dua belum pernah ketemu, namun hadir di acara yang disebut reuni. Dan semuanya gembira.

Jadi abaikan semua bentuk kenyinyiran yang tidak suka dengan silaturahmi umat Islam negeri ini. Mereka tidak suka karena mereka memang tidak mampu melakukan hal yang sama. Bahkan event akbar ini memotivasi negara tetangga seperti Malaysia melakukan hal yang serupa, seperti Dua Satu Dua tahun 2016 yang dihadirin hampir 7 juta orang.

Dilain hal beberapa peserta dari luar negeri juga berdatangan, bahkan sampai ada yang menyewa pesawat demi keikutsertaannya di acara tahunan umat muslim se-Indonesia.

Milad atau Reuni Dua Satu Dua tidak hanya dihadiri umat Islam saja, tapi juga agama lain ikut berpartisipasi. Keberadaan umat yang beda agama, saat acara tidak dibedakan sekat hubungan horizontal sesama umat beragama. Bahkan beberapa diperkenankan untuk tampil di panggung untuk memberikan sambutan. Event Dua Satu Dua bentuk tolerasi yang sesungguhnya, bukan hanya jargon dan stigma belaka, tapi event Dua Satu Dua sangat kongkret bagaimana mengimplementasikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Baca Juga:   Hijrah Pasca 212

Tidak bisa dipungkiri, bagi warga Jakarta saat ini, setiap event Dua Satu Dua mereka menyikapinya dengan tenang. Karena reputasi yang sudah mendunia, event Dua Satu Dua adalah kegiatan keagamaan yang tidak menimbulkan masalah, Dua Satu Dua penuh damai dan kesejukan, Dua Satu Dua penuh kebahagian, dan Dua Satu Dua event persaudaraan yang sebenarnya.

Untuk melihat keindahan Dua Satu Dua, silahkan lihat dokumentasi dalam bentuk gambar dan video https://bilikopini.com/212-on-the-spot

https://www.republika.co.id/berita/kolom/wacana/18/12/02/pj3dqr282-reuni-212-dalam-perspektif-pariwisata-ekonomi-rakyat

https://www.tribunnews.com/section/2018/12/03/dampak-reuni-212-anies-sebut-berkah-untuk-ekonomi-rakyat-kecil-sandi-pemesanan-hotel-meningkat

https://www.cnbcindonesia.com/news/20181202181605-4-44611/reuni-212-beri-dampak-positif-bagi-perekonomian-jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: