Pohon Sengon & Bendera Tauhid

Apa hebatnya pemerintah yang takut pada seorang Enzo yang berfoto bareng kalimat tauhid? Dimana letak kekuatan, kekuasaan yang selama ini dibangga-banggakan?

Pohon Sengon & Bendera Tauhid

Share:

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Avatar

Sudah bego, penakut pula. Biasanya orang bego itu nggak penakut. Macan disangka kucing, ular disangka cacing, kuntil anak disangka jemuran, pocong disangka lontong, dan seterusnya dan seterusnya.

Sekarang ini kita disodorkan drama orang bego penakut pula. Orangnya memang beda tapi masih satu kolam seperdunguan. Entah sebab apa, mendadak bisa dikadalin oleh benda yang tidak bisa bergerak. Juga pada takut dengan benda mati.

Untuk urutan derajat mahluk Tuhan, manusia berada di urutan pertama. Bisa bergerak, bisa mikir pula. Kedua, binatang. Bisa bergerak, tapi nggak bisa mikir. Ketiga, pohonan. Nggak bisa bergerak, bisa bernafas, nggak bisa mikir. Keempat benda mati. Nggak bisa bergerak, nggak bisa nafas, apalagi mikir.

Ngakunya orang pintar, tapi sama pohon sengon saja kalah pintar. Pohon sengon yang lagi uji nyali melawan arus litrik bisa bebas tumbuh tanpa hambatan. Orang-orang pintar itu cuma bisa melongo. Mau ditebang, takut melanggar peraturan. Nggak ditebang bisa membahayakan. Kalau orang pintar beneran kan selalu punya pilihan ketiga. Lha polisi saja kalau jalanan sudah macet parah mempersilakan pengendara roda dua masuk jalur busway. Masa pegawai PLN memilih melongo melihat pohon sengon mau menabok arus litrik. Setelah kejadian, barulah menjadikan pohon sengon sebagai tertuduh.

Bendera itu benda mati. Mau bendera apa kek sama saja. Memang ada nilai lain, nilai lambang itu yang punya harga lumayan mahal dan bisa bikin baper. Bahkan orang rela mati untuk lambang itu. Bendera kita merah putih. Bendera Polandia malah dibalik, putih merah. Kalau disini masang bendera putih merah pasti akan kena masalah serius. Padahal warna itu di Polandia sangat dihormati. Begitu juga sebaliknya.

Baca Juga:   Orang Papua Buat Pucat Para Penguasa Indonesia

Monaco punya bendera yang sama dengan kita, merah putih. Jadi, tergantung dimana bendera itu berkibar. Kalau bendera merah putih berkibar di depan istana Monaco itu namanya bendera Monaco. Kalau berkibar di istana Indonesia namanya bendera Indonesia. Walaupun kalau diteliti lebih dalam, rasionya berbeda.Kaya ukuran layar tipi gitu. Bendera kita skalanya 2:3. Bendera Monaco, 4:5. Tentang siapa yang paling dulu menggunakan lambang warna itu, kita nggak mau kalah. Kalau Monaco mengaku warna merah putih adalah warna kegemaran moyang mereka, keluarga Grimaldi tuan tanah yang juga jadi raja kecil sejak tahun 1339, walaupun waktu itu belum kepikiran dibikin jadi warna bendera, baru dijadikan lambang bendera sejak tahun 1881. Kita mengaku bendera merah putih sudah dipakai sejak kerajaan Majapahit pada abad ke-13.

Bendera dengan tulisan kalimat tauhid dalam sejarah Islam pernah dipakai oleh Rasulullah. Warna putih bertuliskan hitam bernama Alliwa, warna hitam bertuliskan putih bernama Arroya. Tidak dijelaskan rasionya. Cuma ukuran Alliwa lebih besar dari Arroya.

Dua bendera itu kerap dikabarkan oleh HTI pada setiap acara atau aksinya. Kayanya sih bendera Arroya dan Alliwa ukurannya sama. Kelompok alumni 212 juga kerap mengibarkannya pada setiap aksinya. Bedanya, ukuran dan warnanya berbeda-beda. Ada yang hitam, ada yang putih, ada yang merah, hijau, ungu, pink, cokelat, warna –warnilah. Entah alasan apa, ISIS juga menggunakan bendera hitam dengan tulisan putih kalimat tauhid walaupun khatnya berbeda. Pada masa perjuangan bangsa ini melawan penjajah, Lasykar Hizbullah yang heroik itu juga memakai tulisan kalimat tauhid dengan latar belakang warna merah putih.

Kalau membedakan bendera Indonesia dengan bendera Monaco adalah perbedaan rasionya, bagaimana membedakan bendera HTI dengan bendera kalimat tauhid yang dipakai oleh alumni 212? Padahal HTI sudah berkali-kali bilang nggak punya bendera, tapi pada nggak percaya. Juga keterangan resmi Mendagri yang membedakan bendera tauhid dengan lambang HTI, juga nggak digubris. Pokoknya kalau ada kain hitam bertuliskan kalimat tauhid, mau bendera, baliho atau apa pun, pasti kena tuduh sebagai antek-antek HTI. Pertanyaannya, Bendera organisasi apa yang diselipkan Enzo di ranselnya?

Baca Juga:   Tetap Cinta Prabowo, Sayonara Prabowo, atau Manggungkan Anies?

Disinilah begonya. Mereka nggak punya data lengkap soal bendera HTI, tapi sok tahu. Bendera apa pun namanya pasti punya skala rasio. Nggak bisa suka-suka, mau lonjong, mau kotak, mau segi tiga, pokoknya sepanjang ada yang berfoto dengan latar belakang kain berwana hitam bertuliskan kalimat tauhid, sudah pasti anti NKRI. Bagaimana kalau ada yang berfoto dengan lambang salib? Bisa dipastikan aman tenteram lah.

Akibatnya, tulisan kalimat tauhid jadi tersangka. Siapa saja, tak peduli beragama apa saja, bebas menuduh yang berfoto dengan latar belakang tulisan kalimat tauhid sebagai teroris, minimal simpatisan teroris! Lebih minimal lagi antek-antek HTI.

Cuma begini. Kalau sekarang banyak non muslim yang ikutan memaki Enzo gara-gara Enzo berfselfie dengan bendera tauhid, bahkan bukan cuma memaki Enzo tapi juga memaki-maki bendera tauhid, jangan heran lah. Mereka berani ngomong begitu kan karena ada ormas Islam kesayangan pemerintah yang lebih dulu berani membakar bendera tauhid. Bahkan sampai sekarang masih terus nyinyirin bendera tauhid. Kalau ormas Islam itu nggak nyninyirin bendera tauhid, nggak bakalan seorang Brigaldo Sinaga berani nyinyirin bendera tauhid.

Kalau cuma Brigaldo mah lumrah saja. Nggak penting banget sih dia. Lha kalau pemerintah ikutan panik gara-gara bendera tauhid, gimana ya…Itu kan sama saja dengan menghina diri sendiri. Bangga dengan ketakutan yang diciptakannnya sendiri. Apa hebatnya pemerintah yang takut pada seorang Enzo yang berfoto bareng kalimat tauhid? Dimana letak kekuatan, kekuasaan yang selama ini dibangga-banggakan? Itu baru seorang Enzo, gimana kalau mengahadapi musuh beneran? Herannya kok ya bisa menang. Mana ada istilah takut karena menang, berani karena kalah? Tapi faktanya begitu. Bingung? Cari tiang!

Baca Juga:   Semuanya Berawal Dari Sudut Pandang

882019
-Balya Nur

Follow Us

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
fv4eva Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
fv4eva
Guest

bingung duan asli kesel banget sama kelakuan banserep.

1 Responses/5