Percaya Diri Dengan Kedunguan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Alhadi Muhammad

Oleh Alhadi Muhammad

Video ini tanggal 23 Oktober, sebelum keramaian yang diumbar oleh politisi PSI. Videonya cukup panjang, sekitar 1 jam lebih ( https://www.youtube.com/watch?v=dgqWiG66jkc&feature=youtu.be&fbclid=IwAR2JcXHgxqrKaXmtpfVd-qN4KrxP8_nFQOLdfxXNBDD6WmROkXEKba6itXs ). Saya ambil 3 menit, yang menjadi pointer kehebohan kemaren.

  1. Dalam video tersebut, justru Anies menemukan kejanggalan, dan menegur langsung internal staf Pemprov DKI Jakarta. Tidak terlihat marah-marah dengan umbaran muka merah lalu berkata taik-taik seperti Ahok. Tapi sangat jelas mengingatkan, jika tidak bisa mengikuti irama yang dimandatkan Anies, sebaiknya tidak ikut barisan Anies yang menjabat Gubernur DKI saat ini. Tegas tapi santun.
  2. Teguran Anies justru sampai tingkat paling detail, yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Anies menegur, kenapa hadiah terlalu kecil gak sebanding dengan nilai kegiatan. Bentuk menghargai jerih payah orang lain dan menghargai pengetahuan (seni & budaya). Bagi kita, tentu akan abai dengan angka tersebut, karena asumsi yang terbangun, “bisa menang saja sudah syukur”. Inilah bentuk pelecehan yang justru ditegur Anies agar tidak terulang kembali. Sangat detail mengkritisi staff-nya sendiri.
  3. Angka yang dihebohkan politisi PSI, justru belum seberapa yang ditemukan Anies yang hingga trilyunan, namun sesumbar politisi merangkap buzzer digoreng sana sini, padahal temuan yang jauh lebih besar tidak meraka ungkapkan saat era Jokowi Ahok. Kasus Busway, Sumber Waras, tanah Cengakareng dan lain-lain, helllo kemana kabarnya kasus ini? Padahal Ahok pernah berkata “APBD Sulit Dikorupsi, Kecuali Ada Restu Dari Gubernur (CNN Indonesia)”. Nah jika mengikuti perkataan Ahok, tentu banyak penyalahgunaan APBD di era Jokowi Ahok menyeret gubernur saat itu. Dan faktanya antara sesumbar Ahok apa bisa dibuktikan saat itu? NO WAY

Dari 3 hal kecil diatas, ada hal yang lebih UTAMA dan menjadi POINTER kehebohan yang diakibatkan kedunguan politisi/buzzer tersebut, yaitu TIDAK BISA MEMBEDAKAN APBD dan RAPBD.

Baca Juga:   ALASAN MENGAPA BANSER HARUS DI BUBARKAN?

Temuan dan teguran Anies terkait RAPBD, kehebohan politisi PSI juga terkait RAPBD. Itu semua baru RANCANGAN, makanya disebut RAPBD. Kalo sudah dijalankan itu namanya APBD, ini pun melalui pembahasan yang panjang, melalui internal Pemprov, dimajukan ke Dewan, diteruskan ke Kemendagri, diteruskan ke Kementerian Keuangan untuk disiapkan anggarannya lalu di syahkan oleh Pusat. Prosesnya masih panjang. Mekanisme anggaran saja, politisi PSI tidak memahami, bagaimana bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat? Alih-alih meperjuangkan, yang ada malah mempermalukan diri sendiri, percaya diri dengan kedunguan.

Kalo kelas politisinya seperti itu, rakyat mau dibawa kemana? ah sudahlah, “lelah hayati mas”.
.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: