NEGARA ITU BERNAMA YAJIADA

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Pak Raden

Pemindahan Ibukota Negara yang tak berapa lagi akan di Deklarasikan oleh Presiden RI pada tanggal 19 Agustus 2019 ini menjadi perbincangan publik bahkan Perdebatan para pakar, mulai Pakar Ekonomi, Sosial Politik dan Budaya, Pakar Perkotaan, Keamanan Negara, dan Pakar Komentar di Media Sosial.

Akhirnya Pemindahan Ibukota ini Mulai dilakukan sejak Presiden pecah Kendi berkalung bunga 7 rupa di suatu tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Dengan demikian resmi sudah dan memulai Milestone perencanaan blueprint hingga gambar kerja lengkap. Bertahap melakukan perataan, penebangan hutan dan membangun infrastuktur vital yaitu pembangkit listrik dan setelahnya berlanjut proyek2 infrastruktur lainnya.

Banyak Pengamat yang mengkritik biaya pemindahan ini akan membuat APBN kita jebol dan terus berhutang lagi kepada IMF Negara2 pendonor dolar. Karena di tengah Kondisi Negara ini yang tidak stabil perekonomiannya, pertumbuhan melambat, dengan kata lain segala parameter ekonomi tidak lah dalam status yang ideal, maka prediksi2 kegagalan pindah ibukota seperti terlihat jelas didepan mata.

Namun disaat yang sama Pemerintah menjawab dengan santai Bahwa Biaya pemindahan tidak mengganggu APBN dan akan berjalan dengan Skema yang baru pertama kali d dunia jika disetujui DPR dan diterapkan. Apa itu ?

Konsep Tukar Guling Asset2 negara yang da di Ibukota Jakarta kepada pihak BUMN dan juga Pihak Swasta.

Maksudnya bagaimana ini ?

Jadi segala asset2 gedung2 milik Negara yang berada di Ibukota Jakarta seperti Gedung DPR/MPR, Gedung Kementrian2, Gedung2 pemerintahan setingkat menteri,Rumah2 Dinas Pejabat tinggi negara akan di Berikan kepada Pihak Swasta dan Pihak Swasta tersebut membangunkan kembali di Lokasi Ibukota yang baru.

Diperkirakan nilainya sekitar 90 – 150 Triliyun yang akan di tukar guling kepada pihak Swasta yang berminat atau berpartisipasi membangun Ibukota baru.Sisa yang sekitar 250 Triliyun lagi tetap akan diambil dari APBN dan Hutang diantaranya untuk membangun Bandara International, Pembangkit listrik,Infrastruktur jalan, Sarana Prasarana, Bangunan Vital negara lainnya yaitu sistem Keamanan Negara, Sistem Komunikasi dan banyak lagi.

Baca Juga:   Mahasiswa, Ternyata Kalian Murni dan Serius

Oke..Lalu seperti yang tadi sudah di sampaikan, Gedung2 pemerintah yang ada di DKI telah resmi pula menjadi milik Swasta. Pertanyaannya adalah …

Siapa mereka ? “Mereka ” bisa di tebak yaitu para pengembang2 besar beskala Nasional bahkan International pun berminat, mereka rata2 70% bukan berkulit sawo matang atau sawo kematengan.

Dan Akan diapakan Bangunan2 yang sudah di miliki Swasta tersebut ? tetap dijadikan perkantoran kah ? sepertinya tidak juga semua dijadikan perkantoran.

Gambar Ilustrasi

Karena kebutuhan tenagakerja itu seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi negara, dan investor2 yang terus berdatangan berinvestasi atau mengembangkan investasi2nya  dan tentunya akan menciptakan lapangan pekerjaan baru lagi. Tapi saat ini tidak seperti itu kondisinya.

Lalu jadi apa ? Apartemen2 kah ?  ya kemungkinan besar itu yang lebih realistis. Akan dijadikan Hunian Vertikal yang akan di Jual cukup mahal. Siapa yang bisa membeli property itu ? mereka2 yang kaya raya saja dan kemungkinan didominasi oleh WNI Keturunan Tionghoa.

Lihat saja Para pembeli apartemen2 mewah yang berada di jakarta khususnya di lokasi2 strategis Jakarta Pusat, Barat dan Utara serta ex reklamasi itu. bisa dikatakan 70%nya adalah WNI Keturunan Tionghoa.

Lihatlah para pembeli property mewah di Meikarta dan hunian mewah lainnya.

Warga Betawi mestinya semakin khawatir. Saat ini saja sebagian warga Betawi asli sudah semakin tinggal di pinggir jakarta bahkan sudah masuk wilayah Jawa barat dan Banten.

Untung reklamasi digagalkan Anies Baswedan , kalau tidak akan ada kolony warga keturunan tionghoa di ribuan unit bahkan ratusan ribu apartemen dan hunian darat.

Bagaimana dengan jika suksesnya asset bangunan Pemerintah yang sudh jadi milik swasta tersebut dijadikan hunian apartemen khusus warga “kaya” ?

Baca Juga:   Kalau Mau Mencegah Anies, Jangan Cari Kesalahannya

Jika terjadi , Populasi warga DKI akan bertambah 15-30% setiap tahunnya dan itu didominasi oleh warga keturunan tionghoa yang legalitasnya tidak begitu jelas.entah dari mana datangnya, tujuannya apa, tapi bisa memiliki unit apartemen atau property apapun di jakarta.

Jika Pertumbuhan Kolony mereka lebih pesat daripada pertumbuhan penduduk alami maka diperkirakan 30 tahun lagi yaitu 2050, Jakarta akan sumpek dengan orang orang yang bukan Ras Melayu lagi.

Yess …Jakarta telah dikuasai keturunan orang aseng.

Jakarta akan memiliki Gubernur warga aseng karena pasti akan selalu menang dalam setiap pemilu.

Dan ketika Jakarta akan memisahkan diri dari Indonesia menjadi Negara Maju seperti Singapura

Negara itu bernama YAJIADA.

Apakah Kalian Setuju Ibukota diPindahkan Saat ini dengan Sekema Tukar Guling oleh Pihak Swasta ??

 -PR-

Sumber nama jakarta versi tionghoa :http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1627-nama-jakarta-dalam-bahasa-tionghoa

Popular Post

Random Post

2
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Pak RadenDadi Ce. Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Dadi Ce.
Guest
Dadi Ce.

Lalu, pak Raden, gmn kita pribumi ini, dalam melakukan upaya “solving problem” nya ?

Harus ada langkah2 yg tepat, bersama, dan massive …

Ya opo iki, jal …
Ngelu sirah ku iki.

#prihatin

admin
Admin

Laa Tahzan.. Inallaha Maa ana.
Jangan Bersedih hati / Jangan Takut. Allah Beserta kita.
Berdoa memohon hanya pada Allah SWT agar Niat2 Jahat digagalkan.
Aamiin