Meluruskan Makna Kafir

Tapi sebenarnya, kata "Kafir" di terjemahan Alkitab di atas kata aslinya adalah "Raca". Saya tidak tahu kenapa di terjemahkan menjadi Kafir oleh para penerjemah Alkitab ke bahasa Indonesia. Akibatnya kata Kafir yang bersumber dari AlQuran dan artinya "tertutup atau menutup diri" mengalami pergeseran makna di Alkitab.

Meluruskan Makna Kafir

Kafir

Share:

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Saya memahami penolakan kata kafir oleh saudara-saudara sebangsa non muslim khususnya umat Kristiani. Karena kata Kafir di Alkitab mereka (khususnya yang berbahasa Indonesia) adalah sebutan penghinaan, misalnya di Matius 5:21-22 (TB) “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.”

Tapi sebenarnya, kata “Kafir” di terjemahan Alkitab di atas kata aslinya adalah “Raca”. Saya tidak tahu kenapa di terjemahkan menjadi Kafir oleh para penerjemah Alkitab ke bahasa Indonesia. Akibatnya kata Kafir yang bersumber dari AlQuran dan artinya “tertutup atau menutup diri” mengalami pergeseran makna di Alkitab.

Mungkin kurang lebih sama dengan kata “Seronok”.

Bagi orang Malaysia, Seronok artinya sedap dipandang mata. Sebaliknya di bahasa Indonesia, seronok mengarah ke kata negatif, seperti tidak sopan dan asusila. Tentu saja, orang Indonesia yang dibilang seronok oleh orang Malaysia akan marah dan bisa saja mengamuk. Padahal kalau orang Indonesianya paham, dia justru bisa menerima dan malah senang.

Pertanyaannya :
Yang benar Orang Malaysia atau Orang Indonesia?

Kalau menurut saya yang benar adalah orang Malaysia. Karena Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu dan Bahasa Melayu adalah Bahasa Malaysia.

Begitu juga dengan polemik kata “Kafir”. Seharusnya arti katanya dikembalikan ke bahasa Al-Quran, tertutup atau menolak Islam. Jadi (maaf), seharusnya kata “Raca” di Alkitab terjemahannya ke bahasa Indonesia bukan “Kafir”, karena menimbulkan salah persepsi.

Satu lagi yang membuat sahabat-sahabat non muslim “ngeri”, karena ada ayat Al-Quran yang menyuruh memerangi bahkan membunuh orang kafir. Padahal ayat-ayat tersebut adalah situasional, artinya merujuk pada situasi tertentu, dalam hal ini kondisi perang atau di perangi.
Sedangkan ayat yang tidak situasional jelas-jelas menyatakan :

Baca Juga:   FACEBONG

Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah: 32)

Terakhir, seperti yang pernah dulu saya tulis di akun FB pertama yang sudah dihanguskan oleh Facebook. Kata kafir artinya bukan penjahat, bukan pencuri dan bukan pula bangsat. Tapi tidak menerima Islam sebagai imannya. Sama seperti saya yang tidak menerima Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu sebagai iman saya, maka saya yakin ada sebutannya di dalam Kitab agama-agama tersebut. Tentu saja saya tidak akan keberatan dianggap menjadi “kafir” oleh iman Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu.

Jadi masalah ini tidak selesai-selesai karena salah persepsi dan oleh sebagian tokoh muslim malah dijadikan “jualan” untuk isu-isu intoleransi dan radikalisasi. Padahal sampai dunia kiamat, tidak mungkin kata kafir di hilangkan karena itu kata sebutan di ayat-ayat Al-Quran.

Bahkan ada satu Surat khusus yang bernama Surah Al-Kafirun. Penutupnya justru penegasan yang indah : Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

Betapa indah dan damainya Indonesia kita andai tidak ada yang mau ikut campur apalagi lompat pagar masalah iman kita masing-masing…

TY

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of