Nur Asia Uno - Bilik Opini

Mak Nur Asia Uno Maju Ke Pilwakot Tangsel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Maya Amhar

Catatan Maya Amhar

Sejak awal pertama diberitakan bahwa Mak Nur Asia Uno maju ke PILWALKOT TANGERANG, jagad medsos langsung menyambut dengan antusias. “Si cantik menggantikan yg cantik”.

Aku juga sangat ingin menulis tentang Mak Nur Asia Uno. Tetapi menurutku ini hanya sebuah wacana yang akan segera hilang dengan sendirinya

Ternyata … berita itu makin membesar.
Relawanpun menyambut wacana itu dengan gempita dan sudah mulai beredar link WAG Nur Asia Uno untuk Tangsel.

Aku jadi ingat ketika Pasangan Anies Sandi keluar sebagai Pemenang Pilkada DKI Jakarta. Dalam sebuah pengajian Emak-Emak, yang sekaligus syukuran kemenangan di Pilkada DKI, Mak Nur Mengucapkan rasa terima kasihnya yang dalam, kepada Mak Pratiwi Ibnu. Beliau katakan. “Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih yang banyak kepada Bundanya Sulaiman bu Pratiwi. Selama masa kampanye, Sulaiman sering saya tinggal-tinggal dan saya titipkan ke Ibu Pratiwi. Saya menyebut beliau dengan Panggilan Bundanya Sulaiman, karena seringnya Sulaiman saya titipkan kepada Beliau”.

Sulaiman satu-satunya anak lelaki Mak Nur dan Bang Sandi dari tiga orang anak mereka. Dengan jarak yang cukup jauh dari kedua kakaknya. Sudah tentu perhatian Mak Nur jadi lebih besar kepada Sulaiman.

Aku baca undangan pengajian, yang biasanya dimulai jam 10 pagi. Tapi untuk pengajian hari itu, dimulai jam 11. Aku berpikir, apa gak salah nih undangannya ? Biasanya pengajian dimulai jam sepuluh, setelah itu kami sholat Dzuhur berjama’ah. Kalau pengajiannya mulai jam 11 artinya pengajiannya hanya sebentar, karena jarak waktu ke dzuhurnya sudah dekat. Apalagi yang memberikan ceramah agama habib Mulacea guru agama keluarga mereka sejak lama. “Kok sebentar amat ya pengajiannya ?”.

Baca Juga:   Terima Kasih Era Jahe Merah

Dan benar. Pengajian itu memang jam 11. Malah Habib baru datang setelah lewat jam 11. Biasanya beliau tepat waktu, bahkan selalu datang sebelum waktu pengajian. Setelah beliau duduk diantara kedua orang tua mak Nur, beliau langsung memberikan pengumuman.

“Pagi ini, Nur ada kegiatan PKK di Jakarta Barat. Beliau bilang ke saya. Tolong dimundurkan jadwal pengajiannya, agar Nur bisa ikut pengajian bersama kita. Jadi kita tunggu Nur dulu ya. Baru kita mulai pengajian”.

Hingga jelang Dzuhur, Mak Nur belum datang juga. Akhirnya Habib memutuskan sholat berjemaah dulu, setelah itu dilanjut dengan makan siang dan mak Nur belum juga datang.
Seusai makan siang, Habib memutuskan untuk memulai pengajiannya saja karena kita telah menunggu Mak Nur cukup lama.

Seusai pengajian, ditutup dengan doa oleh Habib dan dilanjut dengan doa dari Bapaknya mak Nur. Ketika sedang berdoa itu, Mak Nur datang. Begitu selesai berdoa, Ibunya Mak Nur langsung menangis sedih. Mak Nur meminta maaf ke Ibunya karena telat datang kepengajian.

Ternyata ibu Mak Nur sedih dan menangis karena setelah jadi Istri Wakil Gubernur, mak Nur sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk mengikuti pengajian.

Tidak seperti kebanyakan para wanita, yang wajahnya gembira karena suaminya terpilih jadi calon wakil Presiden. Wajah mak Nur jauh dari rasa gembira.

Aku sedang berdiri bersama teman menunggu pengumuman, Bang Sandi resmi jadi Calon Wakil Presiden dari partai Koalisi Adil Makmur di Kertanegara 4
Tiba-tiba mak Nur lewat didepan kami, dengan wajah yang terlihat cemas.

Aku sudah membayangkan apa kira-kira yang membuat Mak Nur cemas. Tentunya tentang Sulaiman, anak mereka yang masih di Play Group yang harus ditinggal lagi, dalam masa kampanye yang memakan waktu berbulan-bulan.

Baca Juga:   Pak Prabowo, jika harus berkoalisi, Ambillah Jabatan KSP

Lalu berita pencalonan Mak Nur Asia Uno Untuk maju ke PILWAKOT viral. Emak-emak langsung menyambut gembira. Tapi dugaanku, keluarga Mak Nur tidak akan mengizinkannya maju ke Pilwalkot Tangerang Selatan.

Dalam salah satu pertemuanku dengan Bunda Mien Uno. Aku sempat bertanya kepada beliau tentang wacana Mak Nur maju ke PILWAKOT Tangerang Selatan. Jawab Bun Mien UNO,
” Nanti ya kita rapat keluarga dulu, untuk memutuskan, apakah Nur Maju ke PILWAKOT Tangerang atau tidak?. Tetapi maunya Bun, Nur baiknya ngurus keluarga saja”.

Dugaanku. Mak Nur tidak akan maju ke Pilwakot Tangerang. Karena pertimbangannya, Sulaiman yang masih kecil, yang akan ditinggal-tinggal lagi dalam waktu yang lama. Bang Sandi juga punya kegiatan yang sangat banyak,
yang membutuhkan kehadiran Mak Nur disisinya.

Lebih baik Mak Nur berada disamping Bang Sandi. Membesarkan Ok Oce secara bersama dengan Emak-Emak sejagat raya.
Besar Ok Oce, Insya Allah besar juga Income Emak-Emak sejagad raya. Dan bahagia hatinya.

Insya Allah. Mak Nur jadi Ratu dihati kami sejagat raya. Bukan cuma di Tangerang Selatan.
Aamiin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: