Khusus Indonesia, Toleransi Adalah Intoleransi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Tapi faktanya, sekarang Jakarta masuk kategori kota Terbaik di Dunia, yang menilai luar negeri. Serta Jakarta Bebas Korupsi yang menilai KPK.

Alhadi Muhammad
Intoleransi Tapi Jakarta Kota Terbaik

By Alhadi Muhammad

Jakarta masuk kategori intoleran -(Liputan6)-, gak apa. Yang menilai dari Setara nya Hendardi, dulu menjadi lawyer-nya Xanana Gusmao sehingga Timor Timur lepas dari Indonesa yang juga pendukung Ahok -(Kompas)-. Bahkan penilaian Hendardi ditantang oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk diuji ulang kompetensinya dalam melakukan survey, namun tidak ada tanggapan.

Juga yang menilai dari Litbang Kemenag -(Balitbang Kemenag)-, yang beberapa pejabatnya sering dicokot KPK karena kebanyakan korupsi. Litbang ini dipimpin Prof Abdurrahman Mas’ud, tahun 2017 digadang-gadang jadi Menteri Pendidikan menggantikan Muhadjir dan alhamdulillaah sampai 2019, Muhadjir tetap jadi Menteri Pendidikan, dan hebatnya Mas’ud bikin buku, Sukses itu Perlu “Nekat”-(Tribunnews)-. Nah siapa tau dari kenekatan Litbang yang dia pimpin dengan menempatkan beberapa daerah yang dimenangkan 02 sebagai daerah intoleran, bisa dilirik Istana. Terkait atau tidak, dimaklumi sajalah, mempertahankan posisi di Jakarta itu berat, mesti banyak cara.

Sekalipun dinilai intoleransi, tapi faktanya, sekarang Jakarta masuk kategori kota Terbaik di Dunia, yang menilai luar negeri. Serta Jakarta Bebas Korupsi yang menilai KPK. Saat ini tidak ada gejolak sosial. Beda jauh eranya Ahok, selalu panas.

Serta daerah yang disebut intoleransi, tidak pernah ada yang disebut Gerakan Pengacau Keamanan. Justru daerah yang PALING TOLERAN -( Detik)- menurut penilaian Litbang Kemenag, seperti Papua, ingin memisahkan diri dan aksi tembak senjata terjadi, serta beberapa etnis mengungsi -( Jawa Pos)- .

Publik tentu dibuat bingung dengan penilaian Litbang Kemenag tersebut. Fakta intoleran dinilai toleran, bahkan masuk peringkat tertinggi. Sementara daerah yang penuh toleransi seperti Jakarta, dinilai intoleran. Padahal di Jakarta tidak pernah terdengar rumah ibadah dipersekusi atau kegiatan keagamaan lain dilarang-larang. Monas yang saat ini jadi simbol berkumpulnya umat Islam Indonesia di acara 212, boleh dan pernah dijadikan acara oleh agama lain, dan tidak ada yang mengganggu.

Baca Juga:   Soal Uigur, Zeng Wei Jian Termakan Propaganda China Komunis

Apakah terminologi toleran dan intoleran Litbang Kemenag beda dengan terminologi umumnya? Mesti dijelaskan oleh Litbang Kemenag, bagaimana parameternya dalam menilai. Jangan sampai pemahaman Toleransi di Indonesia adalah Intoleransi itu sendiri.
.

Popular Post

Random Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of