Kenapa Eh Kenapa Cempit Berani Mendodolkan Muslim?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Entah kenapa, yang membela Cempit cuma seuprit. Pada ngumpet dimana teman-temannya? Banjir bully seperti air bah menerjang akun Cempit. Bahkan ada yang bikin petisi. Mungkin Cempit lagi mikir, kok bisa begini? Apa dunia sudah berubah?

Balya Nur
Cece Savitri Tweet

Di Penghujung tahun 2019 Cecempit alias Cece_Safitri ( selanjutnya disebut Cempit ) bikin heboh planet Twitter. Gara-gara bikin tagar muslim dodol. Barangkali Cempit juga nggak nyangka dia diserang kiri kanan bahkan sampai ada yang bikin petisi segala.

Cempit hidup semasa dengan para pembuly muslim yang bebas berkeliaran sejak 2014. Tentu saja awalnya coba-coba nyindir Islam dengan mengatakan, pindah saja ke Arab! Onta Arab! Dan semacamnya. Bukan cuma penghuni planet medsos yang berani nyindir-nyindir kaya gitu. Pejabat daerah seperti Ahok dengan lantang bilang, “ Pecat saja mahasiswa itu, kalau perlu pindah ke timur tengah! “ Gara-gara Boby, mahasiswa UI bikin video Gema Pembebasan UI Tolak Ahok.

Pindah ke timur tengah setara nilainya dengan pindah ke Arab yang memang faktanya adalah negara-negara Islam. Maknanya jelas. Kalau ada muslim yang tidak mendukung Jokowi atau Ahok, maka tidak layak tinggal di Indonesia yang berdasarkan pancasila, lebih layak tinggal di Arab yang dianggap berazaz “khilafah.”

Entah sudah berapa kali Ahok baik ucapan dan kebijakannya yang menyinggung perasaan umat Islam. Puncaknya adalah kasus “Almaidah” yang berujung pada demo 212 yang fenomenal itu. Sejak itulah dimuali babak baru “pertarungan” antara yang mengaku paling pancasialis dengan yang dituduh sebagai kaum intoleran. Bukan pertarungan antara penganut agama yang mayoritas dengan kaum minoritas, tapi pertarungan politik dan golongan.

Mulailah muncul penghinaan terhadap kalimat takbir. Ramai istilah “take beer” sebagai pelesetan dari kalimat takbir yang mengagungkan Allah. Maksudnya sih menyindir kelompok 212 yang selalu melapazkan takbir pada setiap aksinya dan pada momen lain. Tapi kalimat takbir adalah milik umat Islam bukan hanya milik 212. Aneh bin ajaibnya. Bukan hanya akun-akun non muslim yang meramaikan take beer, tapi malah kebanyakan akun-akun muslim. Sangat tidak masuk akal memang. Maunya sih menyindir 212 tapi malah menghina kalimat yang sekurangnya sering mereka ucapkan pada setiap mereka sholat.

Baca Juga:   Yang Perlu Diperkuat Itu TNI, Bukan Polisi

Karena penghinaan terhadap takbir ini sudah “legal” maka penghinaan dan sindiran terhadap simbol-simbol Islam menjadi hal yang lumrah saja. Pembakaran bendera bertuliskan dua kalimat syahadat oleh “oknum “ ormas Islam hanya diselesaikan dengan minta maaf, dan pelakunya hanya dihukum dalam hitungan hari saja. Alasannya karena yang dibakar bukan kalimat syahadatnya tapi lambang HTI. Padahal Kemendagri bilang, bendera tauhid itu bukan lambang HTI. Sejak itu, atribut yang bertuliskan kalimat tauhid dicurigai, dan yang mengenakan baik di bendera, di kaos atau di topi dihadang, dibully dengan tuduhan anti NKRI. Menurut mereka, kalimat tauhid bukan tertulis di bendera atau topi, tapi hanya ada di dalam hati.

Maka tidak heran kalau Abu Janda dengan entengnya bilang, “ Teroris punya agama, dan agama teroris adalah Islam. “ Abu Janda pesohor medsos ini juga dikenal sebagai anggota ormas Islam. Walaupun tagar tangkap Abu Janda menjadi trending topic gara-gara dia menuduh Islam adalah agama teroris, tapi penegak hukum melirik pun nggak.

Maka terciptalah suasana bahwa menghina Islam bukanlah kejahatan yang bisa berujung pada penjara. Para penyinyir ini bahkan menganggap mereka sebagai kaum pembela toleransi. Nah, dalam situasi inilah Cempit berada. Dia menikmati suasana ini.

Dengan bangga dia memajang fotonya memegang tanda pengenal panitia penyambutan pelantikan Jokowi-KHMA sebagai presiden dan wakil Presiden ke-8. Dengan bangga pula dia memajang foto Presiden Jokowi bertuliskan ucapan Jokowi, “Hentikan semua ucapan atau tindakan yang dapat menyinggung perasaan sesama saudara sebangsa dan setanah air. “ Cempit memberi kepsyen, “ Karena kita Indonesia,saling menghargai sesama..Kita bersaudara sebangsa dan setanah air. “

Apakah Cempit mengamalkan ucapannya dan ucapan junjungannya? Tentu saja tidak. Karena bagi Cempit dan kawan-kawannya, saling menghargai itu hanya berlaku bagi kawan seiring, tidak bagi lawan. Coba simak jejak digitalnya. 16 Oktober 2018, Opini.ID meminta followernya melirik kerja setahun Gubernur Anies Baswedan. Cempit memberi kepsyen, “ Males liriknya..Nyebut namanya ja malezzz,Ngomongin pribumi..Sampean kan arab neng endi. “

Baca Juga:   Harus Diakui Kehebatan Mereka Dalam Fabrikasi Pengalihan Isu

24 Nopember 2019, Cempit nyumbang komentar soal cadar. “ Dimanapun tempatkerja ta’ati peraturan. Cadar identik dengan kejahatan kalau di Indonesia,” tulisnya.

Kesempatan menghajar muslim lebih telak lagi datang setelah dia membaca status fesbuk Reza Gan yang lagi viral. Ceritanya, Reza Gan bercerita tentang peristiwa yang menimpa dirinya dan keluarganya senggolan mobil dengan pengendara mobil yang kebetulan wanita berhijab di seputar Plaza Indonesia Jakarta. Dalam video yang diuploadnya, nampak wanita berhijab itu marah besar hingga terjadi perang mulut. Menurut Reza Gan, wanita berhijab itu mengeluarkan cacian rasis, “Dasar Cina kafir! “ tapi dalam video yang diuploadnya, tidak ada ucapan rasis itu keluar dari mulut wanita berhijab itu. Entahlah kalau diucapkan sebelum direkam. Reza Gan minta statusnya itu disebar luaskan.

Tentu saja Cempit menyambut ajakan itu. Dia menulis di Twitternya seolah peristiwa itu dia yang mengalami sendiri tanpa menyebut Reza Gan. Dengan entengnya, tulisannya ditutup dengan tagar Muslim dodol.

Timbul reaksi baik dari yang mengaku muslim maupun mengaku non muslim. Hampir semuanya menyoal tagarnya yang tak kalah rasisnya dari ceritanya. Setelah terdesak, Cempit mengaku bukan cerita dirinya, tapi cerita temannya. Reza Gan yang dianggap temannya itu malah membantah. “ Saya tidak ada hubungan apa pun dengan pemilik akun twitter ( Cece_Safitri ) tersebut. Rupanya Reza Gan juga ikut gerah dengan tagar Muslim dodol.

Semakin terpojok, Cempit mengaku kalau dia juga muslim. Tapi tentu saja warganet dengan mudah mematahkan pengakuan Cempit. Maka muncullah foto Cempit yang menggendong mesra anak kecil dengan latar belakang pohon natal di salah satu ruang sebuah rumah.

Cempit juga tahu, pasti tagarnya akan bikin lawannya berang tidak kepalang. Tapi dia yakin seperti yang terjadi dengan kelompoknya yang sudah-sudah, pasti akan banyak juga yang membelanya. Lha, Abu Janda saja yang bilang Islam agama teroris banyak yang membela, masa cuma bilang muslim dodol saja nggak ada yang membela?

Baca Juga:   PRESIDENNYA MAK-MAK

Entah kenapa, yang membela Cempit cuma seuprit. Pada ngumpet dimana teman-temannya? Banjir bully seperti air bah menerjang akun Cempit. Bahkan ada yang bikin petisi. Mungkin Cempit lagi mikir, kok bisa begini? Apa dunia sudah berubah?

Bisa jadi kasus Cempit ini bisa buat pelajaran bagi yang coba-coba menghina muslim. Walaupun tidak berujung penjara, sekurangnya nggak enak tidur nggak enak makan diterjang bully.Niatnya mau membela Reza Gan malah bikin Reza Gan ikut degdegan. Wanita berhijab yang di video nampak marah-marah itu bisa bernafas lega. Dia telah “diselamatkan” oleh Cempit yang otaknya sempit. Sebab kesan dunia medsos selama ini, menghina Cina lebih berbahaya daripada menghina muslim.
Kenapa eh kenapa Cempit berani mendodolkan muslim?
Karena eh karena merasa dekat dengan kuasaaaaan…
Jreng.Jreng. Jreng-jreng.

02012020
-Balya Nur

Popular Post

Random Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Please keep it below 300 characters.

Create a Blog Post

Please submit your guest blog posts by using the fields below.
Click or drag a file to this area to upload.
Please make sure the dimensions are (600 x 300px).