Jakarta Menjamu Tamu Di Monas

Karena warga Jakarta sudah mulai terkenal dengan sikap masa bodohnya yang mementingkan diri sendiri. Tingkat kepedulian kepada sesama sudah mulai terkikis. Sehingga dunia terperangah, melihat kemampuan Jakarta menjamu tamu-tamunya yang berjumlah jutaan !

Jakarta Menjamu Tamu Di Monas

2122019

Share:

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Catatan Maya Amhar

Tidak ada satu orangpun mengira, bagaimana warga Jakarta bisa menjamu tamu-tamunya dalam jumlah jutaan ! Bahkan pernah mencapai belasan juta !!!.

Karena warga Jakarta sudah mulai terkenal dengan sikap masa bodohnya yang mementingkan diri sendiri. Tingkat kepedulian kepada sesama sudah mulai terkikis. Sehingga dunia terperangah, melihat kemampuan Jakarta menjamu tamu-tamunya yang berjumlah jutaan !

Sangat luar biasa ! Semangat menjamu tamu-tamu, dalam berbagi, bersedekah, diantara warga Jakarta, perlu kita acungkan jempol.

Tidak seperti kebanyakan acara yang melibatkan banyak massa. Dalam kurun waktu yang cukup panjang, yang membutuhkan asupan makanan untuk menunjang aktifitas dalam acara tersebut. Seringkali berakhir ricuh !!! Karena massa kelaparan ! Rebutan makanan !!! Berantem ! Perang urat syaraf ! Memperebutkan sebungkus nasi !!! Pemandangan itu sudah jadi biasa dan ditambah lagi tumpukan sampah dimana-mana bahkan sudah seperti lautan sampah.

Alhamdulillah..
Hal itu tidak terjadi dalam pesta silaturahmi 212 yang sudah berkali-kali diadakan di lapangan Monas. Makanan dan minuman berlimpah yang dibagikan gratis untuk para tamu-tamu.

Menjelang acara reuni 212 di Monas. Warga Jakarta berlomba-lomba membentuk kelompok-kelompok untuk mendirikan posko logistik. Mereka berlomba-lomba memikirkan, makanan terbaik apa, yang pantas mereka hidangkan sebagai tuan rumah untuk menyambut tamu-tamunya.

Dapur Emak-emakpun ngebul, menyiapkan beraneka macam kue-kue dalam jumlah ribuan kue-kue terbaik yang bisa mereka buat.

Tidak hanya dapur Emak-Emak yang punya posko Logistik yang ngebul tapi UMKM yang tidak punya posko logistik juga rame mendapat pesanan makanan, mulai dari makanan berbentuk snack sampai nasi. Perputaran uangnya sangat luar biasa dalam waktu singkat !.

Sudah seharusnya Pemprov melirik kegiatan 212 ini karena sangat positif. Tidak hanya menggerakan ekonomi yang meliputi UMKM, baik penggiat ekonomi mikro maupun usaha rumahan Emak-Emak. Tapi juga membawa dampak positif kepada penginapan seperti hotel-hotel dan apartemen2, transportasi dan segala sesuatu kegiatan bisnis yang berhubungan dengan kegiatan 212 ini. Memberikan siraman rohani kepada umat, mengajak umat mendekatkan diri dan mengagungkan Tuhan sang Pemilik alam semesta dalam dzikir, dalam doa, dalam sholat.

Baca Juga:   Antek-Antek Sampah

Saatnya Pemprov DKI melirik kegiatan positif ini dan menjadikannya sebagai tujuan wisata religius karena peserta acara 212 tidak hanya warga Jakarta tapi datang dari seluruh Indonesia dan juga dari luar Indonesia.

Seandainya Pemprov DKi Jeli melihat peluang wisata religius ini, harusnya acara ini mendapat sponsor Pemprov DKI.

Ada dua janji kampanye Anies Sandi yang sangat didukung oleh acara 212 ini, diantaranya :

  1. Memajukan UMKM seperti janji kampanye Anies Sandi lewat gerakan OK OCE.
  2. Memajukan wisata malam Religius. Yang dulu pernah mendapat ejekan orang, karena wisata malam identik dengan kehidupan malam yang hura-hura dan jauh dari religius.
    Bukankah acara 212 ini sangat religius ??? Dan bisa diadakan malam hari dengan kegiatan Tahajjud bareng, dzikir, munajat, sholat subuh dan ceramah agama.

Sudah saatnya acara 212 menjadi acara wisata religius kepunyaan Pemprov yang disponsori Pemprov yang diselenggarakan oleh komunitas 212 yang telah mengawalinya sejak tahun 2016 dengan sukses.

Kesuksesan acara 212 adalah kesuksesan warga Jakarta dalam menjamu dan memulyakan tamu-tamunya.

Semoga tahun depan, acara 212 di sponsori oleh Pemprov DKI dan masuk kedalam kalender wisata Pemprov DKI dalam wisata religius.
Aamiin yaa Rabbal’alamin

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of