Izinkan Saya Bersedekah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Di acara reuni 212 Monas, adalah ladang amal sholeh yang terbuka lebar untuk siapapun yang ingin berbuat baik. Tidak peduli siapapun mereka. Lintas agama, lintas suku, lintas negara dan lintas strata sosial.

Maya Amhar
Sedekah 212

Catatan Maya Amhar

Hampir jam 20.30 ketika mak Ade Riana main ke kamar kami dan bertanya, “Apakah logistik kami sudah masuk semua ke Monas?” Karena jam 22, pintu Monas akan dibuka untuk umum. Jika pintu sudah dibuka, agak sulit kendaraan masuk membawa logistik karena sudah banyak orang dijalanan.
“Belum mak Ade, terima kasih sudah diingatkan. Kami akan segera balik Ke Monas.
Segera aku telpon Dharma Diani menanyakan kesiapan nasi kotak pesananku untuk SK HAPPI, juga aku segera telpon Adi Susanta menanyakan nasi kotak pesananku untuk SK HAPPI.
Ternyata Adi sudah berangkat menuju Monas, sementara kami sendiri belum merapikan barang bawaan kami yang ada dikamar untuk dibawa ke posko.

Seusai merapikan barang yang akan dibawa, kami segera turun kebawah dan memesan taxi.

Alhamdulillah sopir taxinya seorang bapak-bapak yang sudah agak lanjut usia dan ramah. Beliau gembira sekali karena kami mau ke Monas membawa logistik.
Sekalipun jarak dari Hotel kami sangat dekat ke Monas tapi jalan agak memutar dan sangat macet. Ketika sampai di Bundaran air mancur Patung Kuda, taxi menuju jalan Medan merdeka Barat. Aku tegur sopirnya,
“Pak …. kita masuk dari pintu patung kuda ini pak, kok bapak malah menjauhi pintu masuk?”
“Ini jalan yang benar bu, kalau kita berbelok di bundaran air mancur tadi, kita kelewatan pintunya buk. Kalau kita lewat sini, baru pas Buk, karena setelah putaran didepan, tinggal lurus dan belok kiri, langsung masuk ke pintu Monas. Tenang buk, saya sudah niat tidak menerima bayaran taxi saya”.
“Maaf Pak, saya gak tahu, saya kira Bapak salah jalan. Saya lagi buru-buru, karena pesanan nasi kotak kami sudah sampai di posko. Sementara saya masih di jalan”.
“Sabar ya Bu”. Jawab si Bapak.

Baca Juga:   Serial Kafe Klandestin: Kunker

Sesampai di bundaran Air mancur, Bapak tersebut berkata,
“Ibu perhatikan bundaran itu, kalau tadi kita belok kanan dibundara itu , didepan kita ada beton pembatas yang berada pas didepan pintu masuk Monas. Akibatnya, kita tidak bisa masuk pintu Monas karena terhalang tembok tersebut”.
“Oh iya Pak, mohon maaf ya Pak. Saya tidak tahu kalau ada tembok, pas dipintu masuk Monas”.

Alhamdulillah, kami sampai ke Posko dan bapaknya dengan cekatan menurunkan barang bawaan kami.
Aku lihat hargo menunjukkan Rp 28.500,- . Aku sodorkan uang Rp 50.000,- ke bapaknya dan beliau menolaknya.
“Tidak usah dibayar bu, saya sudah niat untuk mengratiskan ongkos taxi saya. Ibu adalah orang kedua yang saya antar ke Monas malam ini”.
“Jangan begitu Bapak, saya jadi gak enak. Terimalah uangnya Pak, sebagai ucapan terima kasih saya”.
“Tidak bu .. gak usah dibayar. Saya sudah niat “.
“Terimalah uangnya pak, Bapak sudah memudahkan urusan saya”. Aku berusaha membujuknya.
“Izinkanlah saya bersedekah bu, karena cara itulah yang bisa saya lakukan untuk ikut serta dalam acara 212 ini. Insya allah, besok habis subuh saya akan ke Monas bersama keluarga”.
“Baiklah Bapak, saya terima sedekah Bapak, tetapi, bolehkah saya minta tolong kepada Bapak ?”
“Tolong apa Bu ?”
“Jika Bapak sholat di Mesjid atau di Mesjid yang biasa Bapak sholat Jum’at, bolehkah saya titip uang ini, untuk Bapak sedekahkan ke kotak amalnya ?” Sambil aku sodorkan uang Rp 50.000,- ke Bapak tersebut.

Sejenak beliau menatapku dan kemudian beliau ambil uang itu dan berkata, ” Baik bu, nanti akan saya sedekahkan uang ibu ke Mesjid”.

Baca Juga:   Satu Bulan Bilik Opini

Saya mengucapkan terima kasih kepada Beliau dan beliaupun membalasnya dengan membungkukkan badan.

Setiap orang yang tahu nilai kebaikan, akan berlomba-lomba berbuat baik dengan cara yang mereka bisa.
Sekecil apapun nilai kebaikan tersebut, tetaplah bernilai kebaikan yang akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda, sesuai dengan tingkat keikhlasan dalam berbuat baik tersebut.

Di acara reuni 212 Monas, adalah ladang amal sholeh yang terbuka lebar untuk siapapun yang ingin berbuat baik. Tidak peduli siapapun mereka. Lintas agama, lintas suku, lintas negara dan lintas strata sosial.

Semoga kita bisa menjaga agar reuni 212 bisa diadakan setiap tahun. Untuk mengasah rasa kepedulian, persaudaraan dan meningkatkan kecintaan kepada Allah dan RasulNya.
Sehingga, setiap kita ingin menjadi bagian dari jamaah tersebut. Jamaah yang saling sayang menyayang, saling berbagi dan saling menguatkan dijalanNya.

Aamiin

Popular Post

Random Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of