Kafe Klandestin

Serial Kafe Klandestin: Kunker

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

“Kalau di negeri kita ada yang berani main fitnah begitu, sudah ditantang duel adu kebal ya, Ampon. Malah dahulu kala ditantang sama-sama loncat dari pucuk pohon kelapa.” “Yang difitnah selamat ya, Poh Jampok?”

Ikhwanul Halim

Ikhwanul Halim

BilikOpini.com – “Ampon Wan, kopi sore pancong satu.”

“Asyaaap. Rasanya baru kemarin Abang Poh Jampok bilang pulang kampung, sekarang sudah menapakkan kaki di ibukota negara kesatuan tercinta ini lagi. Memang hebat betul Poh Jampok ini.”

“Aku ke sini dalam rangka kunker, Ampon. Menemani ibu anggota dewan provinsi tetangga yang tidak mau disebutkan namanya karena beliau orangnya rendah hati dan pemalu.”

“Memang kalau ketahuan tiap sebentar keluar daerah kunker bisa jadi malu ya, Poh Jampok? Lebih baik kalau ibu itu masih janda segera kau halalkan daripada menjadi fitnah.”

“Jangan begitu, Ampon Wan. Biarpun yang awak bilang itu betul adanya, tapi seperti kata pepatah orang kita Jawa, ngono yo ngono ning ojo ngono, yang artinya don’t try this at home.”

“Anggap sajalah apa yang Poh Jampok bilang itu benar, meskipun aku pernah pacaran selama dua tahun sama Dyah Ayu si putri Yogya, sekaligus kursus bahasa kromo inggil aras atas sama dia.”

“Apa betul Anies dua kali ke luar negeri dalam sebulan, Ampon Wan?”

Anies Baswedan vs Tjahjo Kumolo

“Fitnah itu, Poh Jampok! Anies ke luar negeri baru 2 kali karena diundang sebagai keynote speaker atau kunjungan kerja. Kalau ada yang bilang begitu pasti orangnya pakai wig untuk menutupi kepala botaknya. Paling setelah itu dia buru-buru menjilat ludahnya sendiri. Lupa dia kalau rekam jejak digital itu sudah menghapusnya. Buktinya, kunjungan terakhir Anies ke Amerika bawa pulang event Jakarta sebagai salah satu penyelenggara Formula E 2020, balap mobil tenaga listrik bergengsi sekelas Formula One.”

“Jadi yang bilang sebulan dua kali itu asbun, Ampon?”

Anies Baswedan Kunker ke Kolombia dan Amerika Serikat

“Bukan cuma asbun, tapi asbot, asli botak, padahal salon tanam rambut sudah banyak di ibukota ini. Apa lagi di Hong Kong. Mungkin ubun-ubunnya sudah jadi gurun gersang, rambut di bawah di bawa ke atas langsung mati merana.”

Baca Juga:   Ironi BPJS: Kinerja Buruk, Tunjangan Naik

“Kalau di negeri kita ada yang berani main fitnah begitu, sudah ditantang duel adu kebal ya, Ampon. Malah dahulu kala ditantang sama-sama loncat dari pucuk pohon kelapa.”

“Yang difitnah selamat ya, Poh Jampok?”

“Yang selamat setelah jatuh dari pohon kelapa cuma bajing, Ampon Wan. Tapi bagaimana dengan gubernur dari provinsi sebelah yang suka narsis itu? Kabarnya baru pulang dari London.”

Wagub Jabar Uu

“Oh … Emil sudah ke Rusia, Jepang, Inggris dan Swedia. Sebetulnya Emil juga sama seperti Anies, ‘tidak’ punya wakil yang berfungsi. Wakilnya sibuk menghadapi kasus rasuah bansos semasa menjabat bupati. Dipanggil tiga kali sidang tak pernah datang. Mungkin juga panitera salah sebut nama. Ditulis dalam surat panggilan ‘Uu’, padahal mungkin biasa disebut ‘Aa Uu’. Belum lagi kasus itu dingin, muncul pula kasus baru. Dari Rusia dan Jepang katanya Emil bawa pulang LoI kerjasama investasi dan pernaikan lingkungan sungai Citarum. Tapi dari Inggris dan Swedia tak kelihatan apa-apa selain jas kotor. Ada berita bahwa Emil juga bawa pulang investasi triliunan dari negara Duchess Meghan Markle. Tapi karena yang memberitakannya media sampah, maka berita itu sangat tidak layak untuk dipercaya.“

“Yang logonya labi-labi pantengong?

“That’s right.”

 “Tapi ‘kan dia bawa pulang investasi?”

“Ah, Poh Jampok … janganlah pura-pura bengak, kawan. Tanpa mengecilkan usaha Emil, apalah artinya Letter of Intent atau menunjukkan minat? Lain kalau yang dibawa pulang Emil itu MoU seperti Nota Kesepahaman Helsinki. Rusia yang janjinya akan datang Desember 2018 sampai sekarang masih ondewei macet entah di mana. Kalau Formula E yang dinegosiasikan Anies sudah disebut tahun 2020. Diperkirakan akan memberi manfaat ekonomi sekitar 1,2 triliun.”

Baca Juga:   FPI DAN PARA SPARTANS

 “Oh iya, betul juga kau, Ampon Wan. Letter of Intent tak punya kekuatan hukum, beda dengan Memorandum of Understanding yang mengikat secara legal formal. Jadi menurut kau, selain meresmikan Pojok Sunda dan nego-nego cet langet, apa tujuan dia ke Inggris dan Swedia?”

Kunker Ridwan Kamil ke Jepang, Rusia dan Inggris-Swedia

“Ke Swedia mungkin bawa titipan dari pengembang Kota Baru Parahyangan supaya pembukaan IKEA di Padalarang dipercepat. Inggris? Poh Jampok …, sudah pernah lihat tampak atas Museum Tsunami Aceh karya beliau?”

 “Maksud kau kalau dilihat dari atas, itu museum seperti simbol dajjal mata satu?”

“Inggris tempat asalnya Illuminati.”

 ”Hebat kali imajinasi kau. Ampon Wan. Seharusnya kau jadi penulis novel sekelas Dan Brown.”

“Penulis novel bangsa kita umumnya miskin-miskin. Baru kaya kalau dibeli royalti untuk difilmkan dan dijadikan nama taman.”

“Sudah berapa kali aku ke kafe kau ini, baru kali ini aku harus buang hajat. Toilet sebelah mana?”

Bandung, 29 Juli 2019

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Ega MartoyoedoWiwin Suhendi Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Wiwin Suhendi
Guest
Wiwin Suhendi

Anies kunker ke LN pulang bawa hasil nyata dan bahkan jadi Keynote speaker.
Tetangga kunket ato jjs ke LN pulang bawa impian dan harapan alias PHP. Malah di Inggris ngobrol nya ama orang Bogor. Klo gitu mah ketemu di taman safari aja kan banyak temen2nya 😂

Ega Martoyoedo
Guest
Ega Martoyoedo

Tos teu resep ku Emil, cebong.

[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: