Ibukota Ndableg

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Alhadi Muhammad

Heboh pindah ibukota, hahaha jadi geli. Yang memaparkan dari Kementerian Pekerjaan Umum, slide yang saya dapat ada 12, itupun sudah termasuk cover dan penutup.

Di footer slide tertulis “Gagasan Rencana Dan Kriteria Desain Ibukota Negara”. Wow keliatannya teknis banget. Ternyata isinya retorika gaya konsultan abad renasaince. Mungkin kalo Bung Karno masih hidup, bisa jadi dilempar paparan tersebut. Apalagi ini sekelas Kementerian. Dan ternyata bung Karno juga gak serius mengusulkan pindah Ibukota. Kalo mau, tentu sudah dilakukannya.

Tapi ketika saya buka lebih dalam, melihat tampilannya saja sudah gak menarik. Persis presentasi mahasiswa praktek kerja semester 4 atau 5. Tidak profesional dan yang lucunya beberapa tinggal comot dari internet. Kalopun ada desain 3D nya, malu-maluin. Masih kalah dengan 3D buatan pengembang perumahan subsidi, apalagi kalo dibandingkan pengembang yang sudah mapan, jauhlah.Saya kasih contoh tentang konsep SmartCity yang ada dalam materi presentasi (ada logo PU). Ternyata dicomot dari situs Spanyol ( https://www.ecointeligencia.com/2019/03/smartcity-transformacion-digital ). Ini sih bukan lagi “sparo nyolong”, tapi beneran “total nyolong”.

Oh ya infonya, kajian tersebut sudah disiapkan 3 tahun. Wow, 12 lembar 3 tahun. Artinya 1 tahun 4 lembar, dasyat. Kalo cuman sampe disitu kajiannya, keterlaluan banget anggaran negara dihabiskan untuk omong kosong ini. Dan jika beneran konsep tersebut yang jadi pijakan untuk pindah Ibukota, mungkin lebih keren konsep Ibukota yang dibuat negara Afrika. Bahasa Afrikanya disebut Ndableg.

Baca Juga:   Mari Bantu Jokowi Membaca Pesan Moral

Popular Post

Random Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of