FACEBONG

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Alhadi Muhammad

Sebelum dan pasca Hari Raya Iedul Fitri, beberapa akun influencer oposisi di Take Down oleh Facebook. Kebijakan take down, tentu bukan dari kantor Facebook pusat. Kebijakan ini dipengaruhi oleh kepentingan pemerintah Indonesia. Motifnya silahkan ditanya sendiri. Yang pasti, hanya di Indonesia akun oposisisi di take down Facebook, sementara di negeri asalnya Facebook, sekalipun Osama Bin Laden punya akun, gak akan di Take Down. Kebijakan lokal yang picik.

Dari sekian banyak akun yang di Take Down, lalu membuat inisiatif untuk mengembangkan Content Management System (CMS) yang sifatnya instan dan Open Sources. Kenapa Open Sources, karena kendala biaya. Terpilihlah CMS WordPress. Penggunaan WordPress selain cepat, manajemen usernya bagus dan didukung banyak pihak. Selain kelebihan tentu ada kekurangan, yaitu faktor keamanan. WordPress kalo tidak hati-hati bisa disusupi script hacker (intruder), yang bisa membuat web tidak ter-control alias di HACKED. Maka pilihan penggunaan Plug In pun dibuat minimalisir.

Bilik Opini, yang diteruskan menjadi Bilikopini.com menerapkan kebijakan diatas. Namun dikarenakan keterbatasan, beberapa kali web Bilik Opini mengalami Down, ada yang dikarenakan beberapa keisengan pihak luar, ada juga dikarenakan susupan script sehingga kita mesti mem-bypass beberapa module dan ada juga karena kapasitas hosting yang belum memadai. Untuk 2 kekurangan bisa segera kita atasi, namun untuk hosting atau infrastruktur terkait pembiayaan. Tapi gak apa, untuk langkah awal, gak apalah Bilik Opini dipantau terus eksistensinya dan stabilitasnya.

Sebelumnya tidak terfikir untuk menyertakan iklan, namun melihat lebih banyak manfaatnya dibandingkan mudharatnya, kebijakan menyertakan iklan diterapkan. Bilik Opini yang berumur sebulan visitornya hampir 50 rb, dan viewer hampir 130 rb. Ini artinya bounce 38% atau 1 orang yang mengunjungi Bilikopini.com 3 halaman tulisan. Secara kualitas website, jelas ini sangat bagus. Artinya kualitas website tidak menjenuhkan untuk di eksplorasi lebih dalam. Diharapkan kedepan dengan semakin aktifnya athor dan banyaknya kontributor Bilik Opini, rasionya bisa ditingkatkan menjadi 1:5 atau 1 pengunjung melihat 5 halaman atau kalau bisa lebih.

Baca Juga:   PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Berawal dari kejengkelan kebijakan Facebook, lalu Bilik Opini mengembangkan template yang temanya dimiripkan dengan Facebook. Ini dimaksudkan sebagai kritik ke Facebook, bahwa kitapun sebenarnya mampu meyerupai Facebook (dalam skala kecil) walaupun dengan keterbatasan yang kita miliki. Jadi Bilik Opini selain isinya mengkritisi kebijakan pemerintah saat ini, tapi juga mengkritisi kebijakan Facebook secara umum namun lebih cerdas dan atraktif. Bahkan mengktisinya lebih tajam, contoh untuk share ke Facebook dinamakan “Facebong”. Karena Facebook kebijakannya condong menjadi cebong.
.

2
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
adminIvan Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Ivan
Guest
Ivan

Hahaha kereen… Sekedar saran, sebaiknya pembaca juga diberikan kesempatan untuk menuliskan opininya dan ditampilkan setelah proses review kelayakan oleh moderator tentunya. Hal ini agar bilik opini makin variatif dan benar2 sebagai wadah wni yg cinta agama dan tanah airnya bisa memberikan opini.

admin
Admin

Boleh, malah ditunggu tulisannya. Kirim aja ke to@bilikopini.com

Tentu akan di review dulu oleh kawan kawan.

Terima kasih

[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: