Sosial Politik & Hukum
Soedirman

Jangan Bermain Api, Nanti Kalian Yang Terbakar

Membenturkan Islam dengan nasionalisme, bentuk pembodohan sejarah. Tokoh pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia, masa kecil dan remajanya dididik dalam pengajaran agama yang kaffah.

Hijrah Pasca 212

Perhelatan tahunan muslim Indonesia bertajuk 212 tinggal 2 hari lagi. Peserta reuni acara muslim terbesar di dunia itu mulai menyiapkan diri. Datang dari segala pejuru

Kampret Cebong

Fenomena Kampret Vs Kecebong

Masyarakat +62 ini memang Unik. Konsistensi dan Militansi seperti menjadi Pertarungan Ideologi namun sesunguhnya tak memiliki nafas.
Bagaimana bisa dikatakan Makhluk hidup yg Beradab jika Tak Bernafas.

Drug Addict

Mana Lebih Urgen: Narkoba Atau Radikalisme?

Mana yang lebih berbahaya: ratusan ton sabu dan 13 juta butir ekstasi yang tak tertangkap oleh aparat atau Reuni 212, cadar, celana cingkrang, janggut, jilbab, dll?

Darurat Toleransi

Staf Berkebutuhan Khusus

Istilah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK ) bukan soal penghalusan bahasa, tapi untuk memperluas kategori. Secara umum terbagi dua. Anak yang bermasalah dengan mental maupun fisik, dan anak yang punya kecerdesan akademis atau nonakademis melebihi anak pada umumnya.

Koalisi Lagibete Versus Jagung

Gara-gara Kejaksaan Agung bikin larangan calon PNS yang yang punya orientasi sex menyimpang (elgebete) agar mengubur mimpinya jadi pegawai Kejagung, maka munculah “koalisi” baru.

Pejara Yehova

Yehova Jadi Saksi Ketidakadilan Terhadap Islam

Peristiwa demi peristiwa yang terjadi di negeri ini seperti serial sinetron. Seri radikal radikul dengan Menag sebagai tokoh utamanya dimulai dari pernyataan “perang” terhadap radikalisme.

agnez mo dan presiden joko widodo

Agnez Mo, Pencitraan Yang Terluka

Sebenarnya sih kalau melihat tayangan utuh Video wawancara Kevan Kenney dengan Agnes Mo, nggak ada yang salah dengan pernyataan Agnez Mo. Bagian wawancara yang jadi

Intoleran Lompat Pagar

Umat Islam lagi diuji kesabarannya. Mulai dari punya Menag yang setiap hari “sarapannya” drama radikal radikul, Sukmawati yang tidak merasa bersalah telah menyamakan nabi Muhammad