Bilik Opini
Menyerbuki Akal Sehat Dengan Kejujuran Dan Kebenaran
Bilik Opini
Menyerbuki Akal Sehat Dengan Kejujuran Dan Kebenaran

Update

Asimetris 2 Cm Persegi

April 7, 2021 Update
Asimetris 2 Cm Persegi

Oleh Alhadi Muhammad

Beberapa futurolog dan ilmuwan beranggapan, suatu saat manusia bisa tersingkirkan oleh teknologi. Asumsi ini berdasarkan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus melesat. Apalagi saat ini fenomena kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sepertinya kesimpulan tersebut sangat terburu-buru.

Jika melihat manusia sebagai entitas, maka banyak hal yang harus dipahami. Selain jazad yang bisa dilihat dan dapat diukur secara kuantitas, di dalam tubuh manusia ada emosi, rasa atau sederhananya jiwa, bagian ini tidak bisa diukur dengan kuantitas. Tentu bagi ilmuwan materialistik menolak manusia memiliki nyawa, karena subjek nyawa hanya ada dalam ranah metafisik dan domain agama yang tidak digolongkan kajian ilmiah.

Disinilah lubang kepongahan ilmu pengetahuan, memandang ilmu pengatahuan sebatas realitas yg tercerap indra saja. Dan ternyata realitas indra itupun sangat sempit jawaban. Contoh kecil yang bisa kita buktikan adalah sidik jari tangan manusia.

Kita gunakan logika kuantitatif. Jumlah manusia dari dulu hingga sekarang lebih dari 8 Milyar orang. Bagaimana mungkin sidik jari manusia yang luasnya hanya 1 cm x 2 cm, tiap orang beda-beda. Ini artinya ada 8 Milyar lebih kombinasi dalam luasan 2 cm persegi. Dalam area 2 cm2 saja, manusia kesulitan memberikan jawaban. Apalagi jika menyelami manusia secara utuh, dari ujung rambut hingga kulit tapak kaki paling bawah. Itu baru jazad (lahiriah) manusia, lalu bagaimana memahami emosi dan rasa? Ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak akan mampu menjangkau sekalipun alam semesta kembali mengerucut. 2 cm2 saja, 13.7 milyar tahun belum kejawab, apalagi manusia utuh. Butuh berapa trilyun-trilyun tahun waktu yang dibutuhkan?

Makanya, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan sanggup memahami manusia secara utuh, sampai kapanpun.

Tiap manusia itu unik, seperti uniknya sidik jari tiap orang, dan tiap manusia yang unik, memiliki kapasitas bawaan uniknya masing masing. Keunikan dan kapasitas inilah yang membuat manusia menjadi makhluk sempurna dan superior di muka bumi.

Sehingga tepatlah dikatakan, manusia sebagai khalifah di muka bumi karena kesempurnaan dan superior tersebut.

Lalu yang menjadi pertanyaan, siapa yang menciptakan manusia yang sempurna? Karena kesempurnaan manusia mustahil ada dengan sendirinya, atau ada karena proses acak alam semesta pada tingkat molekul. Tentu ada yang MAHA SEMPURNA yang menciptakan makhluk sempurna yang disebut manusia.

Sidik jari contoh sederhana. Baru 2 cm persegi saja, ilmu pengetahuan gagap menjelaskan, sehingga harusnya menyadarkan kita, siapa kita sesungguhnya, dan bagaimana memposisikan diri kepada SANG PENCIPTA.

Write a comment