Aparatur Ghendeng

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Tetet Sito

By Tetet Sito

Mak-mak di sebelah kiri mungkin otaknya lagi puyeng, mikir kompor lupa dimatiin, milih warna lipstik yang ada di iklan handphone, atau mugkin lagi mesra-mesraan dengan yayangnya (uhuy), tapi yang pasti hati mereka sudah beku dengan upacara hari kemerdekaan negerinya sendiri yang sudah mulai udzur, 74 tahun bukanlah waktu yang pendek, tapi nampaknya tidak membuat mereka menyadari apa arti upacara bendera tersebut. Kalau saja yang mengikuti upacara tersebut hanya sekelompok warga sipil mungkin masih bisa kita maklumi, tapi mereka itu adalah PNS, Pegawai Negeri Sipil, atau ASN, mereka bekerja dan diupah dari hasil pajak rakyat, apakah mereka sudah tidak mempunyai rasa malu lagikah? Atau mereka memang sedang menikmati kemerdekaan negeri ini tanpa peduli lagi bagaimana cara para Pahlawan memperjuangkan dan memperoleh kemerdekaan, darah dan airmata sebagai bayaran bagi kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Lantas bagaimana mereka mengajari anak-anak mereka mencintai negeri ini, kalau di dalam diri mereka sendiri tidak ada kepedulian terhadap ihwal sejarah bangsanya.

Bandingkan dengan foto Kakek disebelah Kanan, yang spontanitas memberi hormat dari luar area upacara bendera, karena si kakek tersebut mengalami langsung perjuangan kemerdekaan negeri ini. Beliau mungkin akan menangis jika melihat foto mak-mak di sebelah kanan yang hatinya sudah beku, bahkan untuk konsentrasi sebentar saja dalam upacara tersebut. Mungkin mak-mak tersebut merasa itu hak mereka untuk cuek dan tidak peduli karena bisa menikmati kemerdekaan ini tanpa harus bersusah payah, bahkan mungkin jika ada yang memprotes foto disebelah kiri tersebut, mereka spontan akan menjawab, “itu hak gue, lu mau apa??” Mereka sedang menikmati totalitas Kemerdekaan negeri ini, dan tidak akan terfikir bagaimana masa depan anak cucunya kelak jika sekali waktu anak-anak tersebut tidak mau lagi disuruh mengikuti upacara bendera, karena tidak mengerti apa faedah dan makna upacara bendera tersebut.

Akhir kata semoga foto di atas sampai kepada mak-mak yang bersangkutan, atau bahkan ke atasannya agar mendapat pencerahan dan kesadaran begitu pentingnya memaknai upacara bendera sebagai salah satu bentuk rasa kecintaan terhadap negeri sendiri.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: