Anies & Janji Mengayomi Semua

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Harga sebuah kemenangan politik adalah, mengecilkan arti pemberian hibah alat kremasi Pemprov DKI pada warga Hindu. Saat mencari video bahwa Anies pernah berjanji soal itu, saya menemukan beberapa konten video di youtube dihapus.

Akhmad Danial
Pemprov DKI Hibah Alat Kremasi

By Akhmad Danial

Di tengah keprihatinan kita atas meningkatnya INTOLERANSI atas UMAT ISLAM di mana mereka menjadi minoritas seperti di Myanmar (mayoritas Budha), India (mayoritas Hindu) dan China (Komunis dan Konghucu), berita semacam ini layaknya air hujan di tanah gersang.

Beberapa hari lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menunaikan janjinya setahun yang lalu untuk memberikan alat kremasi bagi umat Hindu di DKI Jakarta. Alat kremasi, menjadi kebutuhan vital bagi umat Hindu karena pembakaran mayat, kerap disebut NGABEN, menjadi bagian dari tradisi dan ajaran Hindu.

Peristiwa ini menjadi peristiwa menarik karena dilakukan oleh Anies Baswedan, seorang Gubernur yang dicitrakan sebagai terpilih karena menggunakan isu agama, khususnya Islam. Dia dikatakan dipilih pemilih Muslim semata karena kesamaan iman. Warga Jakarta ditakut2i untuk memilih Anies karena dia disebut akan mewujudkan JAKARTA BERSYARI’AH.

“Dosa Pilkada Jakarta” ini terus berlanjut hingga kini, Kota yang dipimpin “Wan Abud”, panggilan ejekan bagi Anies yg keturunan Arab, dinobatkan sebagai salah satu kota dengan tingkat kerukunan beragama yang rendah. Yang menobatkan tidak main2, langsung oleh Kementerian Agama, lembaga pemerintah! Bukan LSM seperti Setara Institute pimpinan Hendardi, tokoh pembela kemerdekaan Timor Timur era pemerintahan Habibie.

Pemberian hibah alat kremasi bagi umat Hindu Jakarta ini, membalikkan semua tuduhan itu dengan sendirinya. Anies, menjadi sosok Gubernur DKI Jakarta pertama yang memberikan fasilitas yang lama ditunggu2 umat Hindu DKI yang selama ini mengkremasi jenazah para penganutnya dengan menyewa dan biaya yang relatif mahal.

“Jakarta menjadi Ibu Kota ini sudah 74 tahun. Karena itu, miris rasanya, 74 tahun kita sebagai Ibu Kota, tapi alat kremasi malah belum ada. Jadi, hari ini, tuntas sudah. Sudah terlalu lama kita menunggu alat itu. Jadi, kita ingin agar di tempat ini nantinya benar-benar umat Hindu di Jakarta merasakan berada di rumah sendiri, merasakan keteduhan, ketenangan di dalam menjalankan semua yang menjadi prinsip-prinsip di dalam menunaikan kewajiban agama,” ungkap Anies saat acara.

Baca Juga:   WAHONO TIDAK PERCAYA KEPADA TUHAN

Selain fakta bahwa seorang Anies mengayomi semua agama, makna penting lain dari peristiwa ini adalah PEMENUHAN JANJI seorang pemimpin. Pemberian hibah alat kremasi itu, merupakan janji Anies yang disampaikannya SATU TAHUN yang lalu (lihat tanggal screen shot berita di detik). Ini seolah juga menjadi oase karena berapa banyak kita disuguhkan janji2 para pemimpin yang tidak ditepati tanpa ada perasaan berdosa dan cukup diselesaikan dengan olah kata.

Bisalah kita ambil contoh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang kini menjabat presiden. Saat menjadi Gubernur, dia melegitimasi keinginannya untuk keikutsertaannya dalam kontestasi Pilpres dengan mengatakan dua priblem utama Ibukota yaitu BANJIR dan MACET bisa diselesaikan lebih mudah jika dia menjabat presiden. Nyatanya, setelah menjabat, banjir dan macet Jakarta tetap tidak berubah signifikan. Namun itu diselesaikan dengan pernyataan lain bahwa banjir dan macet Jakarta bisa diwujudkan jika ibukota negara dipindah.

Dan para pemimpin terus menerus melakukan akrobat politik karena legitimasi dari para pendukungnya. Bagi para pendukung, pemenuhan janji tampaknya tidak menjadi prioritas. Yang terpenting jagoan dari kelompoknya menang dalam kontestasi. Kemenangan golongan dari partai, kelompok suku dan agama tertentu adalah penggerak utama (prime mover) politik hari ini. Dia harus dicapai at all cost!

Harga sebuah kemenangan politik adalah, mengecilkan arti pemberian hibah alat kremasi Pemprov DKI pada warga Hindu. Saat mencari video bahwa Anies pernah berjanji soal itu, saya menemukan beberapa konten video di youtube dihapus. Misalnya di channel tribun.news, kelompok media Grup Kompas yang dalam Pilkada DKI jelas pemihakannya ke kandidat mana.

Dari sini, penyebaran berita2 seperti ini mendapatkan makna pentingnya. Berita ini berkisah soal Anies Baswedan, Gubernur DKI yang memenuhi janjinya sebagai pemimpin yang amanah. Janji untuk mengayomi semua kalangan, dari semua umat beragama tanpa terkecuali. Ini pesan jelas bagi para pendukung kandidat lawannya yang belum move on. Dan ini juga pesan tegas bagi para pemimpin dunia dimana umat Islam menjadi minoritasnya.

Baca Juga:   Serial Kafe Klandestin: Nilai Seni

Popular Post

Random Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of