5 M Eijkman

๐˜๐จ๐ฎ ๐๐š๐ฒ ๐๐ž๐š๐ง๐ฎ๐ญ๐ฌ, ๐˜๐จ๐ฎ ๐†๐ž๐ญ ๐Œ๐จ๐ง๐ค๐ž๐ฒ

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Acad Syahrial

Mendiang kakak kelas, sahabat dan mentor saya di FEUX dulu, dalam suatu debatnya ketika kami masih sama-sama mahasiswa (namun dia sudah bekerja), pernah mengatakan “you pay peanuts, you get monkey”. Kira-kira maksudnya kalau mau punya pegawai top, maka harus berani keluar uang. Hal yang sama kemudian saya temukan ketika saya mencari penghidupan di multinational corporations, di mana high performance individual itu akan diberikan remunerasi dan fasilitas kerja serta disupport dengan dana yang lebih tinggi pula. Intinya, investment in human capital.

Maka ketika membaca judul ini, saya langsung sedihโ€ฆ

Tahap pertama cuma dikucurkan Rp 5 milyarโ€ฆ???

Oh puhleeeeeezzzโ€ฆ!!!

NCBI (National Center for Biotechnology Information)nya Amrik dalam salah satu penelitiannya menyebutkan bahwa biaya riset vaksin dari awal sampai mendapatkan izin edar itu adalah sekitar $ 200 – 500 juta (Rp 3 – 7,5 trilyun). Waktunya pun antara 5 – 10 tahun.

Itu untuk 1 jenis vaksin ya, makanya vaksin itu mahal sangat. Namun kalau berhasil, maka keuntungannya juga tidak main-main. Lihat saja 4 perusahaan vaksin terbesar di Dunia (GlaxoSmithKline, Merck, Pfizer, dan Sanofi) itu pendapatan dari jualan vaksinnya tidak ada yang kurang dari $ 6 milyar (Rp 90 trilyun) per tahunnya.

So, vaccine business is not monkey businessโ€ฆ!

Saya percaya bahwa tenaga ahli yang dimiliki oleh Lembaga Eijkman bukan kaleng-kaleng, they are top scientists dari bangsa ini. Namun, kalau mau menyuruh mereka “berperang”, ya lengkapi dengan battle gear dan senjata yang layak, memadai, dan terbaik yang kita punya dong?

Masa untuk video sekelas tutorial memancing atau meng-install Windows 10 saja bisa dikucurkan dana 5 trilyun lebih, tetapi untuk menyelamatkan rakyat cuma dikasih “kacang” beginiโ€ฆ???

Baca Juga:   Para Pelaku Sejarah: Marsekal Hadi, Jenderal Andika, Dan Enzo

Please deh?

Tolonglah berpikir jauh ke depan, wahai pengambil kebijakan? For once, please take the people sake as your main consideration, and make decision based on it.

Ingatlah bahwa kalian kelak akan dimintai pertanggungjawaban di Pengadilan Hari Akhir.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: