spanyol spain pandemic

๐“๐ก๐ž ๐’๐ž๐œ๐จ๐ง๐ ๐–๐š๐ฏ๐ž

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Share on email
Share on whatsapp

Belajar dari Global Pandemic seabad yang lalu, yaitu 1918 Spanish Flu, ternyata ada yang namanya "Second Wave" bahkan "Third Wave" (menurut CDC-nya Amrik), yaitu gelombang puncak lonjakan korban wabah kedua dan ketiga.

Acad Syahrial

“Those who cannot remember the past are condemned to repeat it.” โ€“ George Santayana

Semalam saya menyaksikan berita di televisi tentang kota Shulan di provinsi Jilin, RRC – link berita: https://bit.ly/35QQuGZ – yang melakukan lockdown karena terjadi 11 kasus baru infeksi CoViD-19, dan saya pun langsung terpikir: apakah ini awal dari “Second Wave”?

Belajar dari Global Pandemic seabad yang lalu, yaitu 1918 Spanish Flu, ternyata ada yang namanya “Second Wave” bahkan “Third Wave” (menurut CDC-nya Amrik), yaitu gelombang puncak lonjakan korban wabah kedua dan ketiga.

โ“ Apa penyebab second wave dan third wave itu?

โš ๏ธ Pergerakan manusia dalam jumlah besar.

Iya, pergerakan jumlah manusia dalam jumlah besar, yaitu sebagaimana kita ketahui, 1918 itu adalah tahun Perang Dunia I di mana terjadi mobilisasi pasukan dalam jumlah besar dari Amerika dan Negara-Negara Persemakmuran Inggris atau jajahan Perancis, ke Eropa, dan demobilisasi pasukan kembali ke negara asalnya seusai perang.

Kita tahu dari sejarah bahwa 1918 Spanish Flu (H1N1) itu merebak di Amerika pada Maret 1918, dan di Eropa pada April hingga Juni, lalu meredaโ€ฆ

Lalu tiba-tiba pada September hingga November merebak lagi di seluruh Dunia dengan jumlah kematian yang jauh lebih banyak dan mortality rate yang lebih tinggi. Lalu mereda untuk kemudian merebak lagi di Januari 1919.

Pertanyaannya, kenapa?

Karena setelah Kekaisaran Jerman menyerah kalah pada November 1918 (akibat konflik dalam negerinya dan runtuhnya Kekaisaran Jerman), maka terjadi pemulangan pasukan dan pekerja sipil yang membantu usaha perang (war efforts). Terjadi pergerakan manusia dalam jumlah sangat besar ke Australia, New Zealand, Kanada, India, Russia, Afrika Selatan, China, dlsb.

Baca Juga:   2 Days Black Out, Minim Empati dan Tidak Ada Sense of Crisis

Itulah yang membawa virus H1N1 ke mana-mana dan ternyata strain virus yang tadinya mortality rate-nya hanya seperti virus Flu biasa (namun lebih menular), ternyata telah bermutasi menjadi lebih ganas dan menyebabkan mortality rate yang lebih tinggi.

Bukan hanya lebih ganas, strain baru ini selain menyasar orang muda yang lagi pada kondisi kesehatan puncak, ia juga menyasar anak kecil dan orang tua. Semua kena!

Kenapa saya ceritakan ini adalah karena terus terang saya khawatir dengan negeri kita ini dengan PSBB Santuy-nya iniโ€ฆ sudah ada wacana relaksasi PSBB โ€“ padahal apa yang mau direlaksasi secara penutupan gerai McD Sarinah saja orang mau-maunya bergerombol malam-malam entah demi apa? โ€“ lalu bulan Juni mau dinormalisasi, dan Juli anak sekolah sudah mulai masuk lagi.

Bukan saya paranoid, tapi janganlah kita mengukur diri dengan Vietnam yang sudah merelaksasi lockdown-nya, atau Korea Selatan yang anak sekolah sudah mulai masuk lagi pada pekan ini, atau Taiwan yang sama sekali tak pakai lockdown.

Kenapa?

โš ๏ธ Karena prakondisi mereka beda dengan kita, dan yang paling penting, PENATALAKSANAAN penanggulangan wabah yang dilakukan oleh rezim pemerintahannya juga jauh berbeda.

Saya khawatir jika manusia dibiarkan bebas bergerak lagi, sementara usaha-usaha pencegahan penularan wabah semasa PSBB saja begitu longgar dan abai, maka bisa terjadi “Second Wave” dengan strain virus CoViD-19 yang lebih ganas (dan kita tahu saat ini saja strain virusnya sudah diindetifikasi ada 3).

Mudah-mudahan ini hanya kekhawatiran saya saja, karena saya adalah avid history reader, ketika membaca tentang Global Flu Pandemicโ€ฆ

Oya, the last Global Pandemic Flu adalah tahun 2009 dengan Flu Babi (2009 Swine Flu) yang masih strain dari H1N1 juga, yaitu: H1N1pdm09. Pandemi Flu Babi itu berlangsung selama 20 bulan. Adapun 1918 Spanish Flu berlansung sampai sekira Juni 1919.

Baca Juga:   Musik Untuk Republik Sepi Penonton Karena Keberatan Tema

Saat ini sebagai rakyat jelata yang bisa kita lakukan hanyalah:
โœ“ Selalu menjalankan protokol pengamanan kesehatan pribadi (pakai masker dan goggle).
โœ“ Jaga kebersihan diri dan lingkungan (khususnya mencuci tangan setiap sebelum dan sehabis berkegiatan).
โœ“ Melakukan pola hidup sehat (asupan makanan dan suplemen kesehatan).
โœ“ Kurangi sekali keluar-keluar rumah.

Dan paling penting, minta kepada-Nya kesabaran dan keselamatanโ€ฆ

Sebab hanya Allรดh ๏ทป yang Maha Melindungi dan Maha Menyembuhkan.

ู†ุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุณู„ุงู…ุฉ ูˆุงู„ุนุงููŠุฉ

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
[COVID19 confirmed_title="Cases" deaths_title="Deaths" recovered_title="Recovered"]
%d bloggers like this: